Sebelum Terbunuh Dalam Mobil, Mujiman Jemput Suyanti di Watukelir Sukoharjo

Ilustrasi garis polisi (www.witf.org)
03 Januari 2019 22:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Wanita bernama Suyanti (S) yang semobil dengan Mujiman, warga RT 004/RW 002, Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Weru, Sukoharjo, menjadi saksi kunci untuk mengungkap kasus pembunuhan dalam mobil di jalan Watukelir-Cawas, Rabu (2/1/2018). Mujiman menjemputnya di Pasar Watukelir, Weru, Sukoharjo, terkait utang piutang.

Hal ini diungkapkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat ditemui wartawan di Mapolres Sukoharjo, Kamis (3/1/2018). Mujiman ditemukan tewas di jok tengah mobil Kijang Super warna merah marun berpelat nomor AB 1254 GD. Mobil itu milik Mujiman.

“Pertemuan Mujiman dan S dilatarbelakangi utang piutang. Namun, saya belum mengetahui secara jelas nilai utang Mujiman. Ini hasil penyeledikan awal dan dibenarkan istri Mujiman, Supadmi,” kata dia, Kamis.

Awalnya, Mujiman menjemput S di Pasar Watukelir pada siang hari. Mereka menaiki mobil menuju rumah Mujiman untuk mengambil buku tabungan. Tak berapa lama kemudian, mereka lantas menuju kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Semin, Gunungkidul, DIY. Kala itu, antrean nasabah cukup panjang sehingga mereka memutuskan mencari warung makan untuk mengisi perut.

“Mobil yang dikemudikan Mujiman hanya berputar-putar di jalan. Saat itu, terjadi percecokan antara Mujiman dengan S di dalam mobil yang berujung maut. Kondisi S kritis dengan luka parah di bagian kepala. Sekarang masih dirawat intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Cawas, Klaten,” ujar dia.

Penyidik belum bisa memintai keterangan S secara detail dan rinci lantaran kondisinya kritis. S menjadi kunci utama untuk mengungkap kasus itu. S mengetahui secara jelas latarbelakang kasus pembunuhan di dalam mobil secara jelas.

Kapolres optimistis kasus pembunuhan di dalam mobil segera terungkap apabila kondisi kesehatan S membaik sehingga bisa diperiksa penyidik. Kapolres menyebut ada beberapa barang bukti yang disita polisi yakni pisau dapur dan palu.

“Saya belum bisa menentukan siapa korban dan tersangkanya karena kondisi S belum bisa dimintai keterangan penyidik. Yang jelas saat kejadian hanya ada dua orang di dalam mobil. S menjadi kunci untuk merekonstruksi hukum kasus ini,” papar dia.

Sementara itu, jenazah Mujiman telah diautopsi di RSUD Ir.Soekarno, Sukoharjo setelah peristiwa itu. Hasil autopsi yang dilakukan tim dokter rumah sakit bakal diterima pihak kepolisian pada sepekan mendatang.

Ketua RT 004/RW002, Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Mulyono, mengatakan Mujiman dan istrinya sehari-hari berjualan jenang di Pasar Semin, Gunungkidul. Mulyono dan warga setempat kaget mendapat kabar tewasnya Mujiman dengan kondisi tragis di dalam mobil. Semasa hidup, almarhum kerap berinteraksi dengan warga setempat di berbagai kesempatan.