135 Nyawa Melayang di Jalanan Sragen Selama 2018

Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (Solopos/Umarul Faruq)
03 Januari 2019 10:20 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Sebanyak 135 warga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di wilayah Sragen sepanjang 2018.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolres Sragen, Rabu (2/1/2019), jumlah lakalantas sepanjang 2018 mencapai 1.043 kasus. Selain mengakibatkan 135 warga meninggal dunia, lakalantas itu juga mengakibatkan empat warga luka berat dan 1.249 warga mengalami luka ringan.

Jenis lakalantas tabrak depan-samping paling dominan dengan 229 kasus. Disusul lakalantas tabrak depan-belakang dengan 191 kasus, depan-depan dengan 154 kasus. Terdapat 40 kasus lakalantas tunggal, 28 kasus lakalantas karambol, 28 kasus tabrak lari, 82 kasus tabrak pejalan kaki dan 87 kasus tabrak hewan.

Faktor kelalaian manusia mendominasi penyebab lakalantas di Sragen dengan 938 kasus. Faktor kerusakan jalan menempati urutan kedua dengan 168 kasus. Sementara faktor cuaca berada di peringkat ketiga dengan 30 kasus.

“Faktor kelalaian pengemudi selalu menjadi faktor paling besar yang mengakibatkan lakalantas. Usia paling banyak itu antara 15-25 tahun dan antara 25-45 tahun,” jelas Kasat Lantas Polres Sragen AKP Dani Permana saat ditemui Solopos.com di Mapolres Sragen.

Jenis kendaraan roda dua mendominasi kasus lakalantas di Sragen sepanjang 2018 dengan 1.209 kasus. Terdapat 112 mobil bermuatan barang, 98 mobil penumpang dan 20 bus yang terlibat lakalantas. Sebagian besar kecelakaan terjadi di jalan utama yakni 443 kasus. Disusul jalan perkampungan dengan 229 kasus dan jalan alternatif yang berjumlah 207 kasus.

“Keberadaan jalan tol dapat mengurangi lakalantas karena kepadatan lalu lintas yang terjadi di kota maupun jalan alteri berkurang. Berkendaraan di tol cukup aman, asalkan memperhatikan kondisi kesehatan dan kondisi kendaraan,” ucap Dani Permana.

Karyawan swasta mendominasi korban lakalantas di Sragen dengan 1.176 orang. Disusul pelajar/mahasiswa dengan 341 orang, PNS sebanyak 49 orang, TNI/Polri 15 orang. Dani mengimbau warga lebih berhati-hati dalam berkendaraan dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas supaya terhindar dari kecelakaan.