Aplikasi Pertanian Buatan Pelajar SMK Wonogiri Dapat Penghargaan dari Google

Roman Aqviriyoso (kiri) dan Alexzander Purwoko Widiantoro (kanan) didampingi perwakilan Google, Azanat Beknazarov, seusai menerima apresiasi di ajang Google Development Challenge di Axa Tower Ballroom lantai I, Kuningan, Jakarta, Selatan, 7 Desember lalu. (Istimewa)
03 Januari 2019 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aplikasi di bidang pertanian untuk ponsel berplatform Android bikinan siswa SMK Wonogiri mendapat penghargaan atau apresiasi dari Google.

Panri merupakan akronim dari panen pari yang dalam bahasa Indonesia berarti panen padi. Aplikasi tersebut dibuat kelompok siswa SMKN 1 Giritontro yang terdiri atas Roman Aqviriyoso (kelas XII Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 2), Alexzander Purwoko Widiantoro (kelas XI TKJ 1), dan Anggi Mundita Wangi (kelas XII TKJ 3).

Dua siswa lainnya yakni Bagus Cahyono (kelas XII TKJ 2) dan Wahyu Catur (kelas XI TKJ 3). Karya mereka masuk tiga besar aplikasi terbaik kategori Sustainable Agricultural Challenge dalam ajang Google Development Challenge, 6-7 Desember 2018 lalu.

Aplikasi pertanian itu kali pertama lahir atas ide, Roman. Saat ditemui Solopos.com di sekolahannya, belum lama ini, Roman menjelaskan Panri merupakan aplikasi untuk mengdiagnosis penyakit dan hama padi.

Aplikasi ini untuk memudahkan petani mengidentifikasi penyakit dan hama yang menyerang tanaman padi. Menurut dia, langkah identifikasi penting agar petani dapat mengatasi masalah yang timbul dengan cepat sehingga tanaman padi bisa diselamatkan.

“Aplikasi ini juga dilengkapi cara penanggulangan sesuai penyakit atau hama yang terdiagnosis. Data-data mengenai penyakit dan hama ini kami peroleh dari BPP [Balai Penyuluh Pertanian] Giriwoyo [Wonogiri]. Kami akan terus mengembangkannya,” kata Roman didampingi temannya, Alexzander.

Aplikasi ini dibuat sederhana dalam penggunaannya agar petani tak merasa ribet. Roman mencontohkan setelah aplikasi dibuka pengguna akan langsung diberi pilihan, yakni mulai diagnosis, diagnosis gambar, cara menanggulangi, dan info penyakit.

Jika ingin mendiagnosis tanpa gambar, pengguna tinggal mengeklik pilihan mulai diagnosis. Setelah terbuka pengguna akan disuguhi ciri-ciri masalah yang timbul pada tanaman padi, seperti ngengat, rumpun yang hilang, kematian malai, tanaman mengering, adanya lubang di pematang sawah, dan sebagainya.

Apabila mendapati tanaman padinya mengering, pengguna bisa mengeklik ciri tanaman mengering. Setelah itu pengguna akan disajikan ciri-ciri yang lebih detail, seperti mengering pada bagian daun.

“Pengguna tinggal mengeklik sesuai gejala yang terjadi pada tanaman padi. Sampai pada akhirnya nanti pengguna akan mendapatkan diagnosis penyakit tertentu. Pengguna juga akan mendapatkan penjelasan umum mengenai penyakit tersebut sekaligus cara penanggulangannya,” imbuh Roman.

Roman melahirkan ide membuat aplikasi pertanian itu saat mengikuti lomba karya ilmiah remaja (KIR), September lalu. Ide tersebut muncul dari kondisi umum bahwa mayoritas penduduk Wonogiri adalah petani.

Dari ide dasar itu lahir keinginan membuat aplikasi dibidang pertanian. Untuk mewujudkannya dia menggandeng empat temannya yang membuat programnya, yakni Alexzander, dan lainnya.

“Aplikasi kelar dibuat November lalu. Kebetulan saya bisa membuat program meski masih sederhana. Saya merasa tertentang dengan ide Roman, jadi ikut gabung. Lalu kami ikut lomba yang digelar Google. Alhamdulillah dapat tiga besar. Lawannya anak kuliahan semua dari seluruh Indonesia. Yang pelajar hanya dua kelompok,” ucap Alexzander.

Guru Fisika SMKN 1 Giritontro, Purwari Puji Rahayu, mengatakan sekolah sangat bangga dengan prestasi kelompok siswa itu. Sampai sekarang dia seperti tak percaya ada siswanya yang memiliki potensi luar biasa di bidang teknologi informasi.

Prestasi ini membuktikan mereka mampu mengaplikasikan ilmu program studi (prodi) TKJ. Prestasi mereka tak terlepas dari bimbingan Kepala Prodi TKJ, Anggoro Rindra.

Sementara berdasarkan pantauan Solopos.com, hingga Kamis (3/1/2019) aplikasi Panri sudah diunduh lebih dari 100 pengguna. Rata-rata respons atau review dari pengguna terhadap aplikasi tersebut positif.

“Bagus, membantu petani padi,” tulis pemilik akun Nerito Fuad dalam kolom ulasan aplikasi Panri di Playstore Android.

Pengguna Panri lainnya atas nama Pengguna Google juga memberi apresiasi. Dia mengatakan, “Program yang sangat bagus. Pengguna teknologi di sektor pertanian sesuai dengan kemajuan zaman. Terus berkarya dan berinovasi!”

Pengguna aplikasi lainnya memberikan empat dan lima bintang yang menunjukkan mereka sangat puas dengan Panri. Total 30 pengguna Panri memberi rating 4,9 bintang.