Kantor Garda Jokowi di Solo Dibobol Maling, Komputer Dokumentasi Hilang

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 Januari 2019 13:35 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Garda Jokowi di Jl. D.I. Pandjaitan Solo, Kampung Ngemplak, Banjarsari, Solo, dibobol maling, Rabu (2/1/2019) pagi.

Seperangkat komputer merek Samsung berisi dokumen penting organisasi pimpinan Antasari Azhar tersebut hilang digondol maling.

Pencurian tersebut kali pertama diketahui petugas administrasi Kantor Relawan Garda Jokowi bernama Habibi yang bermaksud masuk kerja pada Rabu pagi. Saat itu Habibi kaget mengetahui gembok rolling door dan pintu kaca yang dikunci sudah terbuka.

Dia pun masuk ke dalam kantor untuk memastikan apa yang terjadi. Di dalam kantor dia mendapati kondisinya sudah acak-acakan dan seperangkat komputer yang biasa dipakai untuk menyimpan data sudah tidak ada.

Sejurus kemudian dia melaporkan hal itu kepada pengurus Relawan Garda Jokowi. Setelah mengecek kondisi kantor, perwakilan pengurus Garda melapor ke Polsek Banjarsari.

Salah seorang pengurus Relawan Garda Jokowi, Effendi Siahaan, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel), Jumat (4/1/2019), mengatakan pelaporan kepada polisi dilakukan Rabu siang. Selain melaporkan ke polisi, dia juga mengecek rekaman kamera CCTV di ujung selatan deretan kantor Garda.

Di rekaman itu menurut dia terlihat dua pencuri beraksi sekitar pukul 05.45 WIB dengan cara menjebol gembok rolling door. Mereka datang berboncengan sepeda motor Honda Vario.

Tapi pelat nomor sepeda motor itu tidak terlihat di rekaman. Para pelaku juga memakai helm saat menjalankan aksi mereka.

Setelah berhasil masuk ke dalam kantor, para pelaku lantas mencari barang-barang berharga. Tapi lantaran tak ingin berlama-lama di lokasi, pelaku akhirnya hanya membawa seperangkat komputer merek Samsung.

“Semoga polisi bisa segera menangkap pelaku karena komputer berisi data-data penting organisasi,” tutur dia.

Effendi menuturkan polisi sudah meminta rekaman kamera CCTV yang menunjukkan aksi para pelaku. Dia berharap melalui rekaman video tersebut bisa diungkap identitas para pelaku.

“Dugaan motif pencurian saya tidak tahu persis, tapi kemungkinan murni pidana pencurian. Kami serahkan sepenuhnya ke polisi,” urai dia.

Dengan memanfaatkan teknologi yang dimiliki, Effendi berharap polisi dapat mencari petunjuk dari rekaman kamera CCTV. Sementara itu, Kapolsek Banjarsari, Kompol Demianus Palulungan, mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, saat dimintai konfirmasi ihwal pencurian tersebut tidak mau menjawab.