Pelajar Sragen Terlibat Kejar-Kejaran dengan Penjambret

Polisi membopong pelajar korban pencurian motor yang terjatuh seusai kejar-kejaran di wilayah Desa Kedungupit-Tangkil, Sragen Kota, Kamis (3/1/2019). (Istimewa - Polsek Sragen Kota)
04 Januari 2019 12:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Seorang pelajar asal Japoh, Jenar, Sragen, Irma Viranda, 16, terlibat kejar-kejaran dengan penjambret di jalan Bulakrejo-Kedungupit, Sragen Kota, Kamis (3/1/2019).

Irma sempat terjatuh dari motor saat mengejar penjambret itu. Sementara dua penjambret yang juga masih remaja dibekuk polisi setelah dikejar dan ditangkap beramai-ramai oleh warga.

Kedua penjambret itu diketahui bernama ARS, 18, dan Yarul Fuad, 20, keduanya warga Karangtengah, Sragen Kota. “Kami sudah menetapkan dua orang itu sebagai tersangka,” kata Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi mewakili Kapolres Sragen Yimmy Kurniawan saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam.

Mashadi menjelaskan saat kejadian Irma yang berboncengan dengan temannya, Lusi Pujayana, 16, warga Desa Widodo RT 017 Kecamatan Tangen, Sragen, tengah melaju di jalan Bulakrejo-Kedungupit, Sragen Kota.

Saat itu lah pelaku, ARS dan Yarul, yang berboncengan naik sepeda motor menyalip seraya membunyikan klakson. Mereka kemudian memepet motor Irma dan merampas ponsel milik Lusi.

“Saat itu korban langsung mengejar pelaku. Sesampainya di Kampung Cumpleng korban terjatuh dan berteriak meminta tolong warga. Selanjutnya warga mengejar pelaku. Sesampainya di kios Desa Tangkil, pelaku terjatuh dan motor diamankan warga. Namun satu pelaku melarikan diri. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Sragen Kota. Hasil penyelidikan, akhirnya polisi berhasil membekuk satu pelaku yang sempat kabur tersebut,” kata Mashadi.