Awas, Banyak Ranjau di Jalan Sragen Kota-Ngrampal

Dua warga melintas di jalan perbatasan Kecamatan Sragen Kota dan Ngrampal, Dukuh Tanjang, Kedungupit, Sragen Kota, Sragen, yang rusak parah, Kamis (3/1/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
04 Januari 2019 20:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Jalan perbatasan Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, dengan Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, sepanjang 1 km rusak parah. Di jalan pembatas Dukuh Tanjang Kedungupit dan Srimulyo Gabus itu ditemukan banyak kubangan air yang ibarat ranjau bagi pengguna jalan.

Jalan tersebut merupakan bagian dari jalan Baok-Karangudi yang sempat diperbaiki Pemkab Sragen dengan dana Rp3,8 miliar pada 2018 tetapi masih menyisakan jalan rusak sepanjang 1 km tersebut.

Seorang warga Dukuh Tanjang RT 022, Kedungupit, Sragen Kota, Wardi, 55, saat ditemui Solopos.com di pinggir jalan rusak itu mempertanyakan kenapa jalan yang tersisa tinggal 1 itu km tidak sekalian diselesaikan.

Dia menduga mungkin dana yang dialokasikan hanya cukup untuk membangun jalan beton sepanjang 3 km dari panjang jalan 4 km sehingga berhenti di sebelah selatan Dukuh Tanjang.

“Jalan ini rusak sebabkan daerah banjir. Kalau hujan deras air dari drainase di wilayah Desa Gabus itu meluap dan masuk ke wilayah Tanjang. Tingginya air bisa sampai lutut orang dewasa tetapi 10-15 menit surut. Tetapi sejak pembangunan jalan beton di sisi selatan selesai, saat banjir air surutnya agak lama. Ya, bisa sampai 30 menit karena limpasan air tidak leluasa,” ujar Wardi.

Dia menjelaskan drainase di pinggir jalan sisi timur itu menampung air dari tiga dukuh di wilayah Desa Gabus sehingga tidak mampu menampung dan akhirnya meluap ke jalan. Dia menjelaskan Kades Kedungupit sampai membuat talut untuk menghalau air agar tidak masuk ke permukiman di wilayah Dukuh Tanjang.

“Selain banjir, jalan ini juga dilewati truk pengangkut material batu dari industri pemecah batu. Beberapa hari lalu sempat ada yang melakukan aksi sebelum lubang-lubang jalan itu diuruk pasir dan batu. Warga sini itu hanya diam karena tidak tahu mau menyampaikan aspirasi ke mana,” jelasnya.

Kepala Desa Kedungupit, Hartadi, saat dihubungi Solopos.com, Jumat (4/1/2019), membenarkan pembangunan talut untuk menghalau banjir itu. Dia tak bisa berbuat banyak dengan kondisi jalan rusak itu karena itu masuk ranahnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen.

“Untuk jalan beton itu urusannya Pemkab. Ya, mungkin dananya tidak mencukupi sehingga pembangunan jalan tidak sampai ke simpang empat Karangudi. Kami hanya bisa ngoyak-oyak permohonan lagi soalnya jalan itu merupakan perbatasan dua kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sragen Marija saat dihubungi berulang kali enggan menjawab. Saat ditanya lewat Whatsapp terkait tindak lanjut jalan tersebut juga tidak merespons sejak Kamis (3/1/2019).