Girder Tertukar Bikin Pembangunan Jembatan Kridanggo Boyolali Molor

Pekerja menyelesaikan pekerjaan pengecoran dan pembesian di jembatan Lebur Sekethi di kawasan Kridanggo, Kecamatan Boyolali Kota, Kamis (3/1/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
04 Januari 2019 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Pembangunan jembatan Lebur Sekethi di kawasan Kridanggo, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali, molor. Pemborong diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan hingga pertengahan Januari.

Pembangunan jembatan yang merupakan salah satu dari dua jembatan baru di kawawan kota ini seharusnya selesai akhir Desember 2018. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, keterlambatan tersebut disebabkan adanya kesalahan teknis dalam pemasangan girder.

Menurut informasi itu, girder yang seharusnya terpasang untuk Boyolali tertukar dengan proyek lain di Magelang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR) Boyolali Arief Gunarto membenarkan informasi tersebut. “Memang ada girder yang tertukar,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Ageng Alun-Alun Kidul Boyolali, Rabu (2/1/2019).

Sementara itu, terhadap PT Rajendra Karya Mandiri selaku kontraktor pembangunan jembatan diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan konsekuensi pembayaran dilakukan pada APBD Perubahan 2019.

“Diberi kesempatan untuk dilanjutkan penyelesaian hanya pembayarannya di [APBD] Perubahan,” imbuhnya.

Arief mantargetkan seluruh pekerjaan selesai 15 Januari mendatang. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis (3/1/2019) sejumlah pekerja masih menyelesaikan pekerjaan mereka, antara lain pengecoran dan pembesian lantai jembatan.

Sementara itu, Direktur PT Rajendra Karya Mandiri Suhedi mengakui keterlambatan pembangunan jembatan tersebut disebabkan masalah teknis yang diawali tertukarnya girder dengan proyek lain di Magelang. Masalah tersebut sudah ditangani sejak awal dengan cepat, namun pengiriman kembali girder itulah yang kemudian menyebabkan keterlambatan.

“Memang ada yang tertukar. Tapi sebenarnya sudah selesai. Yang menyebabkan keterlambatan ini justru pengiriman kembali girdernya. Karena kebetulan tim pengirim jadwalnya sangat padat jadi harus mengantre,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis.

Bupati Boyolali Seno Samodro yang saat itu berada di lokasi mengatakan keterlambatan ini sudah dipertimbangkan untuk diberikan toleransi, “Membutuhkan toleransi waktu dua pekan dan masalah ini memang melalui proses yang rumit,” ujarnya.