Media Jalan Pertigaan Wika Mojosongo Boyolali Dibuka

Pembongkaran water barrier sebagai penanda dibukanya kembali akses di pertigaan Wika, Mojosongo, Boyolali, Jumat (4/1/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
04 Januari 2019 21:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Setelah ditutup selama sekitar tiga bulan, median di jalan Solo-Semarang, pertigaan Wika, Mojosongo, Boyolali, dibuka kembali, Jumat (4/1/2019).

Pembukaan median jalan ini membuat akses kendaraan dari jalan Solo-Semarang menuju utara atau ke arah markas PT Wijaya Karya Beton (Wika) Beton dan sebaliknya normal kembali.

Namun tidak seperti kondisi sebelumnya, di pertigaan tersebut kini dipasangi traffic light atau lampu bangjo untuk mengatur arus lalu lintas dari tiga arah mata angin, yakni barat, timur, dan utara.

Fasilitas rambu lalu lintas ini merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Wika Beton. Direktur Teknik PT WIKA Beton, Sidik Purnomo, mengatakan pembukaan median ini selain mengakomodasi akses kendaraan berat pengangkut beton yang keluar masuk markas juga untuk kepentingan umum.

Pertigaan itu merupakan salah satu akses dari pintu keluar (exit) tol gerbang Mojosongo. "Paling aman memang median ini ditutup. Tapi pertimbangan lain, di sini juga untuk keluar-masuk ke jalur tol,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali Untung Raharjo berharap pembukaan akses sekaligus pemasangan lampu bangjo dapat mengurangi risiko kecelakaan di daerah tersebut.

“Harapannya tentu setelah adanya bangjo ini lalu lintas menjadi lebih lancar dan teratur sehingga kecelakaan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer mengimbau masyarakat taat rambu-rambu tersebut. “Patuhi rambu-rambu lintas dan patuhi batas kecepatan maksimal di jalan ini yaitu 80 km per jam,” imbaunya.

Pembukaan akses ini ditandani dengan pembongkaran water barrier yang sebelumnya menjadi pengganti median jalan. Kegiatan ini dilakukan PT Wika Beton, Dishub, dan jajaran Pemkab Boyolali, Satlantas Polres Boyolali, Jasa Raharja, dan lainnya.

Di sisi lain, sesaat median dibuka, sebagian pengguna jalan masih belum mengetahuinya. Mereka baru menyadari keberadaan lampu bangjo setelah diberhentikan petugas saat lampu menyala merah.

“Ada apa kok disuruh berhenti? Oh, ternyata sudah ada bangjonya,” ujar seorang pengendara sepeda motor dari arah Solo.