Pembobol Singosaren Plaza dari Surabaya & Bogor

Pemeriksaan toko HP di Singosaren Plaza Solo seusai kemalingan, Senin (22/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
05 Januari 2019 11:00 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Ketua Paguyuban Pelaku Bisnis Pasar Singosaren (Pakubaris), Puguh Ratyanto, mengatakan polisi memberi tahu sebagian pencuri ponsel di Pasar Singosaren ditangkap. Akan tetapi otak komplotan itu belum dibekuk.

"Pelaku [yang ditangkap] bukan si otak pencurian.  Mereka itu driver spesialis pencurian.  Jadi ketika kelompoknya mau beraksi driver itu ditelepon mau enggak saat ditawari pekerjaan mencuri di Singosaren," jelas Puguh saat dihubungi Solopos.com, Jumat (4/1/2018).

Kelompok tersebut kemudian bertemu di Solo untuk memulai aksi. Aksi dilakukan pada 22 Oktober 2018. Puguh mengatakan otak komplotan itu berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan sopir mobil berasal dari Bogor, Jawa Barat. "Sopirnya ditangkap di Bogor," tutur Puguh.

Sebagaimana diberitakan Solopos, polisi menangkap Tejo Lelono Sigit Permono, 29, dan Candra Edi Lesmana, 34, di Bogor. Keduanya diduga terlibat dalam pembobolan gerai ponsel di Singosaren Plaza. Namun, empat tersangka lain termasuk otak komplotan belum ditangkap.

Jika otak komplotan itu ditangkap, kasus akan terungkap secara jelas. ”Syukur-syukur otak pelaku tertangkap, otomatis pengembangan kasus jadi lebih mudah," jelas Puguh.

Puguh juga berharap barang yang dicuri itu kembali ke pedagang.

"Syukur-syukur ada [barang] yang bisa kembali kepada mereka [pedagang]," kata Puguh.

Terdapat 11 kios yang dibobol pencuri yakni MW Cell, Safira Cell, D Celluler, Sinergi Cell, Total Phone, Micro Cell, Ares Servis, Andromeda Cell, Arros Cell, Latansa Phone Cell, Jaya Celluler. Pencuri menggondol ponsel dari sembilan kios. Namun, mereka tak sempat membawa barang dari dua kios.