Konsumsi Elpiji di Soloraya Selama Nataru Naik, Ini Sebabnya

Petugas dari Pertamina dan Pemkot Solo menggelar sidak penggunaan elpiji bersubsidi di warung-warung besar, Kamis (27/9 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
05 Januari 2019 17:30 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Realisasi konsumsi elpiji bersubsidi di wilayah Soloraya selama Desember 2018 naik lebih dari 100 ton dibanding Desember 2017. Pada momentum Natal dan Tahun Baru lalu juga turut mendongkrak kebutuhan elpiji bersubsidi.

Berdasarkan data Pertamina, realisasi konsumsi di tujuh wilayah di Soloraya selama 24-29 Desember 2018, rata-rata meningkat cukup signifikan. Di wilayah Boyolali misalnya dari rata-rata harian normal (rata-rata Januari-April 2018) sekitar 92,94 ton .

Sedangkan rata-rata pada 24-29 Desember 2018 sekitar 102,94 ton. Sedangkan di Kota Solo, jika rata-rata harian normalnya sekitar 82,32 ton, rata-rata selama 24-29 Desember 2018 sekitar 86,83 ton.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina, Adeka Sangtraga, mengatakan realisasi tersebut mengalami peningkatan jik dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan jika melihat data realisasi Desember, ada selisih 180 ton lebih banyak untuk Desember tahun ini dibanding tahun lalu.

"Faktornya di antaranya ada tambahan jaringan. Pangkalan di daerah yang belum diisi kemarin sudah diisi sehingga saat ini lebih mudah untuk mendapatkannya," kata dia. Dia mengatakan peningkatan konsumsi pada momentum Natal dan Tahun Baru hanya terjadi pada 24-29 Desember saja. Sedangkan pada 30-31 Desember kondisinya sudah normal.

Di sisi lain, Adeka menyebutkan untuk produk nonsubsidi juga terus mengalami kenaikan. Dalam setahun, total konsumsi elpiji nonsubsidi meningkat 253 ton dari konsumsi 2017. "Jadi baik subsidi naupun nonsubsidi ada peningkatan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng dan DIY telah membetuk satgas Natal dan Tahun Baru 2019 yang dimulai pada 18 Desember 2018 untuk menjamin ketersediaan BBM dan elpinji selama masa libur Natal dam Tahun Baru 2019.

Sehubungan dengan berakhirnya masa liburan hari raya natal 2018 dan tahun baru 2019, PT Pertamina (Persero) MOR IV wilayah Jawa Tengah dan DIY menonaktifkan posko satgas natal 2018 dan tahun 2019 yang berlokasi di kantor Pertamina MOR IV, Jalan Pemuda no.114, Kota Semarang.

General Manager PT Pertamina (Persero) MOR IV, Tengku Fernanda, mengatakan bahwa satgas Pertamina untuk Natal dan Tahun Baru 2019 berlangsung lancar dan aman. “Posko satgas yang telah kami aktifkan semenjak tanggal 18 Desember 2018 hingga tanggal 5 Januari 2019 merupakan sarana monitoring demi kelancaran penyaluran BBM dan elpiji di Jawa Tengah dan DIY," kata Tengku dalam rilisnya, Jumat.

Terkait penyaluran elpiji, selama masa Satgas ini Pertamina MOR IV mencatat rata-rata penyaluran elpiji subisidi dan nonsubsidi sebesar 3.891 MT/hari. Jumlah tersebut naik 7% dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yaitu 3,672 MT/hari.

Sedangkan untuk penyaluran BBM jenis gasoline (premium, pertalite dan pertamax series) mengalami peningkatan total sebesar 12% yaitu dari rata-rata normal sebesar 12.403 kiloliter menjadi 13.849 kiloliter.

Untuk produk Gasoil (biosolar dan dex series) mengalami penurunan sebesar 12% yaitu dari penyaluran harian normal sebesar 6.337 kiloliter menjadi 5.582 kiloliter. Sesuai prediksi, penurunan gasoil diakibatkan menurunnya aktivitas industri selama masa liburan natal dan tahun baru.

Untuk pelayanan BBM di tol Trans Jawa selama periode satgas kemarin, Pertamina MOR IV mencatat penyaluran BBM tertinggi di jalur A (menuju Surabaya) terjadi pada tanggal 22 Desember 2018 yaitu 42 kiloliter untuk jenis Pertamax dan 3 kiloliter untuk produk dexseries. Sedangkan penyaluran tertinggi di jalur B (menuju Jakarta) terjadi pada tanggal 30 Desember 2018 yaitu 25 kiloliter untuk produk pertamax dan 4 kiloliter untuk produk dexseries.