Kakek Berumur Seabad Asal Sragen Selamat Usai Diserang 20 Tawon

Korban sengatan tawon, Darmo Suwarjo, 100, warga Dukuh Senggot RT 012 A, Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen, berjongkok di kebun belakang rumahnya, Sabtu (5/1 - 2019). (Solopos/Tri Rahayu)
05 Januari 2019 16:30 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kakek-kakek berusia seabad asal Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Darmo Suwarjo, selamat seusai diserang tawon pada Kamis (3/1/2019) lalu. Kondisi Darmo baik setelah mendapatkan obat dari dokter.

Pada Sabtu (5/1/2018), Darmo Suwarjo yang bercelana pendek warna hitam dan berkaus warna hijau tampak sibuk membuat tempat jemuran dari bambu di belakang rumah.  Kendati umurnya diperkirakan 100 tahun, Darmo masih kuat menggali tanah dengan linggis. 

“Mbah, ada tamu!” teriak menantunya yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Darmo meninggalkan aktivitasnya dan berjalan pelan menuju ke ruang tamu yang menjadi satu dengan tempat tidurnya.

Dia menyapa ramah saat solopos.com datang. Ia bercerita sambil duduk di amben kayu di ruang tamu. Darmo berdiri dan berjalan tertatih-tatih saat mengambil obat dan roti dalam kemasan plastik. Kedua tangannya gemetar buyutan saat membawa dua benda itu.

“Obat ini yang diberikan dokter saat berobat di Klinik Singopadu. Saat berobat badan ini terasa panas dan bekas gigitan tawon itu masih sakit. Yang disengat banyak, ada tangan, lengan, badan, kepala, dan bagian lainnya. Tawonnya banyak, kalau 20 ekor ada,” ujar Darmo sambil menunjukkan beberapa tablet pil dari dokter.

Darmo menjadi korban sengatan sekitar 20 ekor tawon ndas pada Kamis sore lalu. Saat itu, Darmo sibuk menyirami tanaman umbi-umbian yang merambat. Saat berjalan, tiba-tiba kaki Darmo terssangkut tanaman merambat jenis umbi-umbian. Ia terjatuh.

Saat terbangun ia tidak sengaja menyenggol rumah tawon ndas sebesar bola. Sontak tawon-tawon di dalam sarang itu keluar dan menyerang Darmo.

“Saya berlari dan terus dikejar. Saya sampai masuk ke pintu rumah bagian belakang masih terus dikejar. Baju yang saya kenakan langsung saya lepas dan saya kibas-kibaskan untuk menghalau sengatan tawon itu. Kemudian saya berlari dan sembunyi ke rumah anak saya. Beruntung sejak itu, tawon tak mengejar lagi,” kisah Darmo.

Darmo selamat dari sengatan itu. Sehari kemudian, Darmo sudah tidak merasakan sakit atau demam akibat gigitan tawon. 

Setelah peristiwa itu, warga melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen untuk memusnahkan sarang tawon itu. “Sarang tawon itu berada di batang pohon mahoni. Sekarang sarangnya sudah habis dibakar tim dari Sragen,” kata Darmo.

Darmo mengaku sering kali terjatuh dari pohon tetapi juga tidak apa-apa. Beberapa waktu lalu pernah terjatuh dari pohon mlanding setinggai 5 meter juga tidak apa-apa. “Kalau jatuh dari pohon itu sudah sering dan Alhamdulillah tidak apa-apa semua,” ujarnya.