Bak Istana, Puri Ikonis di Tawangmangu Ini Punya Siapa?

Puri ikonis di Tawangmangu (Pictagram)
05 Januari 2019 20:00 WIB Chelin Indra Sushmita Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYARBagi warga Solo dan sekitarnya yang sering berwisata ke Tawangmangu tentu sudah tidak asing dengan bangunan ikonis yang berada di kawasan jalan tembus Tawangmangu-Sarangan. Bangunan berwarna putih dengan atap bulat tersebut sekilas mirip dengan puri yang ada di negeri dongeng.

Puri tersebut terlihat sangat indah dengan nuansa hijau ladang sayuran yang terhampar luas di depannya. Puri tersebut dikelilingi pohon yang tinggi menjulang di bagian depan. Sayangnya, sampai saat ini banyak orang yang belum tahu siapa pemilik puri princess tersebut.

Puri indah yang berada di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, itu pun menjadi perbincangan warganet. Foto puri tersebut diunggah pemilik akun Instagram @adam9aluh, Kamis (3/1/2019). Si pengunggah foto mempertanyakan siapa pemilik puri tersebut kepada netizen.

"Salah satu bangunan ikonis Tawangmangu yang bikin kamu serasa berada di negeri dongeng. Yang selalu tersentuh kabut di musim hujan dan kadang muncul kadang juga menghilang karena kabut tebal saat itu. Mungkin ada yang tahu siapa pemilik gedung putih itu?" tanya @adam9aluh sebagai keterangan foto.

Foto puri di Tawangmangu itu pun mendapat beragam komentar dari warganet. Ternyata, sebagian warganet juga merasa penasaran dengan si empunya bangunan tersebut. "Kemarin minggu habis lewat sana. Kalau di depannya pas enggak bisa melihat keindahan yang seperti itu. Harusnya dilihat dari bawah," komentar @ventina_kurnia_sari.

"Sering banget lewat situ dan selalu jadi pertanyaan siapa yang punya bangunan itu. Penasaran banget bisa bagus kayak gitu. Tapi, kalau pas berkabut malah jadi horor nuansanya," imbuh @be_firman.

"Memang bangunan ini indah banget. Tapi enggak bisa dilihat dari dekat. Kalau dari jauh memang terlihat sangat indah bangunannya," imbuh @widia_.

Berdasarkan pengalaman Solopos.com, bangunan putih yang ikonis di Tawangmangu itu selalu tertutup rapat. Bagian luarnya dipagari besi tinggi menjulang. Jadi, keindahan bangunan tersebut tidak bisa dinikmati dari dekat. Lain cerita jika dilihat dari jalan tembus Tawangmangu-Sarangan. Kemegahan bangunan tersebut terlihat jelas memanjakan mata.