Kisah Inspiratif Warga Pudak Wonogiri Himpun Sedekah dalam Stoples

Warga menghimpun hasil sedekah yang dilakukan pejuang sedekah di Lingkungan Pudak, Kelurahan Beji, Nguntoronadi, Wonogiri, Jumat (4/1 - 2019). (Istimewa/Siswarsini)
05 Januari 2019 15:30 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Warga Lingkungan Pudak, Kelurahan Beji, Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, berinisiatif menghimpun sedekah tiap pekan sebagai wujud syukur atas hasil panen yang didapat dari pekarangan.

Sedekah itu lalu disimpan dalam tabungan kelompok dan dialokasikan untuk santunan anak yatim piatu di Beji. Warga setempat menamai aksi itu dengan sebutan pejuang sedekah. Warga cukup menyisihkan sebagian uang ke dalam stoples yang dipasang di dinding depan rumah.

Setiap jumat, petugas dari takmir masjid setempat mengambil sedekah itu. Seusai dihitung, uang sedekah terkumpul ditabung dan disalurkan saat nilainya mencukupi. “Saat ini dana terkumpul sekitar Rp6 juta,” kata salah satu pegiat pejuang sedekah, Siswarsini, saat ditemui solopos.com di rumahnya, Lingkungan Pudak, Kelurahan Beji, Nguntoronadi, Selasa (1/1/2018).

Inisiasi itu bermula dari Wahyu Tulus Nugroho, THL Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Kecamatan Nguntoronadi. Setiap anggota menerima stoples di depan rumahnya. Sedekah itu merupakan bentuk syukur warga atas hasil panen di pekarangan rumah. Di sana, warga bisa memetik buah naga, aneka buah-buahan, hingga sayuran sehingga menghemat belanja keluarga. Untuk memberikan manfaat sosial, lalu dibikinlah pejuang sedekah.

“Peluncurannya 10 Agustus 2018 oleh Ibu Bupati [Verawati Joko Sutopo]. Bahkan, Pak Bupati [Joko Sutopo] mengapresiasi dengan memberikan santunan Rp10 juta untuk 24 anak yatim,” terang dia.

Belum lama ini, santuan yang diberikan bertambah jadi 25 orang dengan nilai masing-masing Rp400.000. Uang itu tidak diberikan secara tunai tetapi dalam bentuk rekening sebagai tabungan.

“Penghimpunannya melibatkan karang taruna, takmir masjid, kampung KB, dan lainnya. Saat ini ada dua lingkungan yang tergabung yakni Pudak dan Ngresik,” beber Siswarsini.

Ia berharap ke depan, semakin banyak warga yang ikut menjadi pejuang sedekah. Tak hanya itu, dana yang dihimpun bisa dialokasikan lebih banyak sektor tak hanya yatim piatu.

THL TBPP Kecamatan Nguntoronadi, Wahyu Tulus Nugroho, mengatakan pejuang sedekah dilakukan untuk memperluas manfaat sosial dari sebagian rezeki yang dihasilkan dari pekarangan. Warga melalui pertanian di pekarangan memperoleh pendapatan tambahan dari hasil buah-buahan, sayuran, dan lainnya.

“Ini wujud syukur, lalu mengadakan pejuang sedekah. Jadi manfaat pertanian yang dikembangkan bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Wahyu.