Nyaleg, Eks Bupati Sragen Tak Sumbang Dana Kampanye ke Partai

Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman membeberkan bukti dokumen pengembalian pinjaman lewat kasbon senilai Rp366,5 juta ke kasda Pemkab Sragen, Kamis (6/12 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
06 Januari 2019 22:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jawa Tengah tak memberi sumbangan dana kampanye ke Partai Golkar terhitung sejak 23 September 2018 hingga 1 Januari 2019.

Dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dari Partai Golkar, sumbangan dari Agus masih Rp0.

Dari tujuh caleg DPR Partai Golkar dari Dapil IV Jateng, hanya dua caleg yang menyerahkan sumbangan kepada parpol dalam bentuk jasa, yakni caleg nomor urut 1 Endang Maria Astuti senilai Rp78.880.500 dan caleg nomor urut 4 Firlie Hanggodo Ganinduto senilai Rp219.600.000.

Agus Fatchur Rahman yang merupakan caleg dengan nomor urut 2 dan empat caleg lainnya sumbangan ke parpol masih Rp0. Padahal foto Agus Fatchur Rahman terpampang dalam baliho berukuran besar di Jl. Solo-Sragen, Mungkung, Sidoharjo, Sragen.

Di baliho itu memang tidak ada lambang parpol tetapi hanya foto Agus dengan pose mengenakan belangkon dan baju lurik lengkap dengan namanya dan kata-kata "Dia Bukan Malaikat tetapi Dia Setia Berdiri di Jalan Rakyat" di bagian atasnya.

Saat ditanya tentang baliho itu, Agus kembali bertanya, “Baliho endi ta [yang mana]? Aku pancen durung [memang belum] kampanye. Adanya baliho dan poster dengan caleg lain itu merupakan inisiatif sukarelawan,” tulisnya dalam pesan Whatsapp, Sabtu (5/1/2019).

Agus mendefinisikan kampanye secara ringkas adalah kegiatan mengenalkan diri kepada masyarakat calon pemilih. Saat ditanya selama ini apa tidak pernah mengenalkan diri?

“Selama 57 tahun uripku mubeng [hidupku berkeliling] Sragen dalam peran yang berbeda-beda. Dari pelajar kecil sampai Bupati dan hingga jadi tersangka [kasus dugaan korupsi kasda Sragen],” tulisnya kembali dalam Whatsapp kepada Solopos.com, Minggu (6/1/2019).