Terjun di Duta Wisata Nasional, Arfemisantya Hadapi Risiko Pacar Cemburu

Arfemisantya Yoana Ramadhani - Istimewa
07 Januari 2019 14:10 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Senyum Arfemisantya Yoana Ramadhani menghiasi wajahnya saat membagikan kertas bergambar kepada anak-anak sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Aula Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanegara Sragen belum lama ini. Femy, demikian sapaan akrab gadis kelahiran Sragen, 22 Desember 2000 itu. Ia merupakan peraih juara I Duta Wisata Sukowati 2018 dan sekaligus berpredikat sebagai Mbak Jateng 2018. Ia juga menjadi Duta Air PDAM Sragen.

Femy dinobatkan sebagai Mbak Jateng 2018 dalam ajang Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Jateng 2018 di Pekalongan, pertengahan November lalu. Mahasiswi Semester I Program Studi D-IV Demografi dan Pencatatan Sipil Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini berpasangan dengan Mas Jateng 2018 yang diraih Nico Yuda Pratama dari Kabupaten Temanggung.

“Rasanya mimpi dan tidak menyangka. Saya masih berpikir kayak gitu, kok saya yang terpilih. Ternyata usaha tidak mengkhianati hasil,” ujar Femy saat berbincang dengan wartawan di PDAM Sragen. Saat berangkat mewakili Sragen, Femy semula berpasangan dengan Ridho Sutan Prayoga. Dalam seleksi Femy mengungguli wakil dari 34 kabupaten/kota di Jateng. Ia berpegang pada ucapan mentornya selama kompetisi yang intinya supaya menjadi diri sendiri. “Saya masih ingat saat ditanya dewan juri. Pertanyaannya harus dijawab dalam tempo 30 detik,” katanya.

Pertanyaan yang dilontarkan dewan juri adalah Bagaimana cara Anda meyakinkan warga asing untuk berkunjung ke Indonesia bahwa Indonesia aman terhadap terorisme. “Saat itu, saya menjawab lewat sosial media, saya memromosikan pariwisata di Jateng yang sudah aman teroris. Kenapa lewat media sosial karena jangkauannya luas dan generasi muda sekarang tergantung media sosial,” kata Femy.

Kini, Femy harus membangun chemistry dengan Nico untuk persiapan mewakili Jateng di ajang Duta Wisata Nasional. Kendalanya menurut dia adalah jarak yang jauh dan kecemburuan dari pacar masing-masing. “Biasanya ketemu di Jogja karena Nico kuliah di Atmajaya. Kalau tidak di Semarang karena tengah-tengah antara Temanggung dan Sragen. Pacar cemburu ya wajar karena intensitas ketemu yang sering dan ke mana-mana bareng dengan pasangan,” terang warga Margoasri RT 026/RW 008, Puro, Karangmalang, Sragen, yang tak suka makanan pedas itu. Putri sulung pasangan Erwan Aditya Sudin dan Wahyuni itu juga memiliki hobi olahraga panahan. Selain melatih fisik, olahraga itu juga melatih mental.