Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk di Sungai Mojosongo Boyolali

Evakuasi mayat perempuan yang ditemukan di aliran sungai di Dukuh Randurejo, RT 1/RW 3 Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (7/1/2019). (Solopos - Akhmad Ludiyanto)
07 Januari 2019 16:32 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sesosok mayat perempuan ditemukan dalam kondisi membusuk di aliran sungai di Dukuh Randurejo, RT 001/RW 003 Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Senin (7/1/2019).

Awalnya, mayat perempuan itu tak dikenali karena tidak ada bukti identitas. Namun belakangan ada satu keluarga yang mengenali mayat itu sebagai anggota keluarga mereka yang hilang bernama Parikem, 80, warga Dukuh Butuh Kelurahan/Kecamatan Mojosongo.

Keluarga Parikem mengenali jarit, kebaya, dan cincin yang dikenakan mayat tersebut. Mayat itu ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB oleh seorang penembak burung yang sedang berburu di aliran sungai itu.

Aliran sungai tersebut berada di tempat yang curam dan lembahnya dipenuhi pepohonan dan semak belukar. Saat itu, penembak burung itu mencium bau menyengat yang awalnya ia duga berasal dari bangkai biawak.

Tak lama kemudian dia menemukan sesosok mayat yang tersangkut di bebatuan pada aliran sungai. Dia pun terkejut dan langsung berlari ke perumahan warga untuk memberitahukan ihwal mayat itu.

Pemburu itu bertemu Joko Wahono, 70, yang saat itu sedang berada di dekat rumahnya. Bersama si pemburu dan empat warga lainnya, Joko Wahono menuju ke lokasi untuk memastikan kabar tersebut.

“Saya pas pulang kerja ada pemburu yang menemui saya sambil terengah-engah. Dia memberi tahu baru saja melihat mayat di aliran sungai, lalu saya ajak beberapa orang untuk mengecek, ternyata benar ada mayat orang,” ujar Joko Wahono kepada wartawan di lokasi.

Kabar itu kemudian dilaporkan ke Mapolsek Mojosongo dan langsung ditindaklanjuti. Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno langsung berkoordinasi dengan Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto untuk menuju lokasi bersama beberapa anggota mereka.

Sesampainya di lokasi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke perumahan warga sebelum diangkut dengan ambulans. Willy mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan saat ditemukan, kondisi mayat yang mengenakan baju kebaya ini sudah sulit dikenali.

“Kondisi jasadnya terutama bagian muka sudah rusak dan diperkirakan sudah meninggal sejak beberapa hari lalu,” ujarnya.

Polisi mengirim jenazah Parikem ke rumah sakit untuk dibersihkan supaya bisa dikenali. Sementara itu, Joko Winarno menambahkan beberapa waktu lalu ada warga Dukuh Butuh, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, yang mengaku kehilangan salah satu anggota keluarganya.

“Beberapa hari lalu memang ada yang melaporkan salah satu anggota keluarganya yang belum pulang. Dia [yang hilang] itu juga seorang perempuan yang usianya sekitar 80 tahun,” imbuhnya.

Polisi mendatangkan keluarga tersebut ke lokasi untuk mengenali jenazah. Ternyata benar, keluarga tersebut mengenali mayat itu sebagai anggota keluarga mereka yang hilang bernama Parikem.