Ibu di Colomadu Dilaporkan ke Polisi Karena Dicurigai Sering Sakiti Anak

Petugas menanyai Kl (berdiri) di kediamannya Perumahan Ngasem Baru, Colomadu, Karanganyar, Senin (7 - 1).
07 Januari 2019 19:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Seorang ibu di Colomadu, Karanganyar, dilaporkan ke polisi lantaran dicurigai kerap menyakiti anaknya. Warga kerap mendengar si anak menangis di dalam rumah perempuan berinisial IT, 29, itu Perumahan Ngasem Baru, Colomadu, Karanganyar.

Petugas kepolisian yang mendapat laporan dari Ketua RT setempat, Dwi Adi, mendatangi rumah IT pada Senin (7/1/2019). Pada kesempatan itu polisi menanyai baik IT maupun anaknya, Kl.

“Saya sudah berusaha menemui Ny. IT untuk meminta keterangan, tapi ketika saya datangi di rumahnya tidak pernah bisa ketemu. Karena itu saya melaporkan kejadian ini ke polisi,” ujar Adi ketika ditemui wartawan di sela-sela mengantar petugas kepolisian, Senin.

Menurut dia, para tetangga IT sering mendengar Kl menangis di dalam rumah. Namun para tetangga ini tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah karena pintu rumah IT dalam keadaan tertutup dan tak tampak dari luar.

Sementara itu salah seorang tetangga IT, Ngatimin, yang rumahnya persis berhadapan dengan rumah IT juga mengaku beberapa kali mendengar tangis anak dari dalam rumah IT. Namun dia juga tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah IT.

“Dalam satu hari kadang anaknya bisa lebih dari dua kali menangis. Tapi warga tidak tahu kenapa anak tersebut menangis,” ujar dia.

Di hadapan petugas, IT yang lahir di Jakarta ini mengaku tak melakukan kekerasan terhadap anaknya. Dia yang baru bersomisili di Ngasem kira-kira enam bulan lalu itu mengatakan apa yang dia lakukan terhadap anaknya selama ini adalah untuk mengajarkan sopan santun.

Menurut dia, saat bergaul dengan warga setempat tata cara bicara anaknya dinilai tidak pas dengan budaya setempat. “Ini memang cara saya mendidik anak agar tidak membawa budaya Jakarta diterapkan di sini [Ngasem] karena sudah lain. Kalau berbicara dengan orang lain anak saya masih sering menggunakan lu dan gua. Karena itu saya katakan agar tidak menggunakan kata itu karena tidak sopan,” ungkap IT di hadapan petugas.

Sementara itu, Kl yang ditanyai petugas mengaku tak pernah dihajar ibunya. Dia mengatakan sering menangis di rumah karena sakit di bagian tubuhnya akibat jatuh.

“Tidak pernah dipukul. Ini sakit karena saya jatuh,” kata Kl yang memainkan smartphone sambil melirik ke ibunya saat ditanya petugas di hadapan ayah dan ibunya.

Suami IT, Rahmad S., menyatakan rasa terima kasihnya atas perhatian warga. Dia yang bekerja di luar kota tidak setiap hari tahu kondisi di rumah.

“Saya sebenarnya juga sudah diberi tahu warga dan mau melapor ke polisi. Tapi saya khawatir nanti malah anak saya menjadi sasaran kemarahan istri saya lagi. Karena sifat istri saya memang keras,” ujar dia.

Pada bagian lain, Pendamping Pekerja Sosial Karanganyar, Bambang Sanjaya, mengatakan tahap awal ini pihaknya persuasif dengan mengingatkan IT. Namun jika nanti terjadi kekerasan seperti yang dilaporkan warga, dia akan menyerahkan masalah itu kepada berwajib.