Solopos Hari Ini: Bawaslu Usut Caleg Nol Rupiah

Harian Umum Solopos edisi Selasa (8/1 - 2019).
08 Januari 2019 11:10 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) akan menelusuri maraknya penerimaan sumbangan dana kamapanye calon anggota legislatif (caleg) yang nol rupiah. Data penerimaan sumbangan dana kampanye caleg ke partai politik tertuang dalam Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK).

Bawaslu akan meneliti LPSDK yang disampaikan peserta Pemilu 2019, baik parpol maupun caleg. Penelusuran dilakukan karena banyak kejanggalan dalam LPSDK, termasuk dari para caleg.

Rencana Bawaslu Jateng yang akan menelusuri maraknya sumbangan dana kampanye dengan nominal nol rupiah itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (8/1/2019). Berita tersebut bisa disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga ada kabar terbaru dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ganjar kembali marah setelah ada tujuh ASN yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli).

7 ASN Lakukan Pungli, Ganjar Marah-Marah

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo marah-marah saat apel pagi pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Senin (7/1/2018), karena diduga ada tujuh aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat pungutan liar (pungli) dan gratifikasi.

Dengan nada tinggi, Ganjar marah sebab para ASN itu ikut mencatut namanya untuk pungli dan gratifikasi. "Saya dapat laporan, ada jajaran saya yang pungli dan terima gratifikasi," ujar politikus PDIP itu.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada berita utama mengenai kebijakan Pemkab Sukoharjo yang tak akan menambah minmarket baru hingga 2030. Ada pula ulasan ritual kebudayaan di Keraton Solo pada halaman utama Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Tak Ada Minimarket Baru hingga 2030

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memperpanjang moratorium pendirian minimarket di Kabupaten Makmur hingga 2030 mendatang. Pemkab akan menutup paksa minimarket tak berizin jika tetap nekat beroperasi.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan masih menutup keran pendirian minimarket baru di wilayahnya. Batas moratorium pendirian minimarket habis pada 2018 lalu.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Mahesa Lawung, Proses Sarat Makna

Seratusan kerabat keraton duduk bersila di Sitinggil, kompleks Keraton Solo pada Senin (1/7/2018) siang. Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, para kerabat dengan perlahan membaca doa mengikuti ulama keraton, KRT Pujo Setionodipuro yang memimpin doa.

Di depan barisan para kerabat keraton, puluhan sesaji jajanan pasar hingga sesaji utama kepala kerbau terbungkus kain putih dengan rapi. Di sekeliling para kerabat keraton yang tengah berdoa, prajurit keraton dengan membawa pedang berjaga.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.