Penataan Koridor Jensud Solo Dipercepat, Pengaturan Lalu Lintas Diubah

Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
08 Januari 2019 17:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan upaya percepatan dalam penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman (Jensud). Pemasangan batu andesit sepanjang sekitar 300 meter dan lebar sekitar 20-an meter itu ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran 2019.

Sekretaris Dinas PUPR, Arif Nurhadi, saat jumpa wartawan, di Balai Kota Solo, Senin (7/1/2019) sore, mengatakan untuk mengamankan proyek itu kawasan koridor Jensud akan dipasangi pagar. Dia mengatakan pagar dipasang mulai Selasa (8/1/2019). Hal ini otomatis mempengaruhi pengaturan lalu lintas di ruas jalan tersebut dan jalan-jalan lain di sekitarnya.

“Setelah dipasangi pagar, pekerjaan akan mulai dicicil di ruas Jl. Jenderal Sudirman dengan pengerukan aspal di bagian tengah jalan dari lokasi nol kilometer hingga kawasan Gladak sekitar 500 meter. Kami cicil pengerjaannya agar cepat selesai,” ujarnya.

Penataan koridor Jensud dilakukan dua tahap yakni pada 2018 dan tahun ini. Konstruksinya menggunakan batu andesit dikombinasikan dengan paving pabrikan dan memiliki motif.

Sebagai tumpuan beban tersebut, kontruksi di bawahnya menggunakan beton bertulang. Setelah itu diberikan lapisan untuk memerkuat antara beton bertulang dengan batu andesit maupun paving pada lapisan paling atas.

“Banyak masukan mengenai pengerjaan ini untuk lebih sempurna sehingga ada perubahan namun tidak signifikan. Kami prediksi Februari sudah bisa dilakukan pengerjaan fisik karena lokasi pengerjaan di pusat kota. Koridor Jl. Jenderal Sudriman harus dapat segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan polisi terkait efek proyek itu terhadap manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi terdampak. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan dalam tiga tahap menyesuaikan proses pengerjaan.

“Pagar akan mengelilingi pengerjaan bagian dalam pada tengah jalan akan menyisakan jalan selebar tiga meter pada sisi barat maupun timur. Pada tahap pertama ini, arus lalu lintas dari barat masih dibolehkan belok kiri menuju Jl. Jenderal Sudirman dengan melewati jalan selebar tiga meter,” ujarnya.

Sementara dari arah utara ke selatan pun masih dapat dilalui namun dalam kondisi lebar jalan tiga meter dan dilarang untuk berputar di Bundaran Gladak dikarenakan telah memasuki lokasi pengerjaan sehingga arus lalu lintas hanya dapat menuju Keraton Solo maupun belok kiri ke Jl. Mayor Sunaryo.

Arus lalu lintas dari barat menuju timur berbelok menuju Jl. Pakubuwono. Sedangkan pengendara yang hendak menuju PGS dapat memutari batas pengaman proyek atau melalui pintu tengah PGS.

Perubahan rekayasa lalu lintas menyesuaikan proses pengerjaan. Pada tahap kedua, setelah bagian tengah selesai dikerjakan, arus lalu lintas gantian melewati bagian tengah.

Sementara pada tahap ketiga atau penyelesaian akhir fokus pada akses masuk maupun keluar pusat kegiatan seperti gereja, bank, atau Kantor Pos. Pada ruas jalan terdampak, Simpang Ngapeman akan dijadikan simpang filterisasi untuk mengarahkan kendaraan menuju arah Jawa Timur untuk melewati Jl. Gajah Mada.

Selain itu, di Jl. Saharjo atau timur Mangkunegaran yang terdapat larangan mobil melintas akan dibolehkan dilintasi mobil untuk mengurangi arus lalu lintas menuju kawasan Gladak.

Kemudian, untuk kawasan Balai Kota, Dishub akan berkoordinasi agar kendaraan bisa masuk dari utara untuk mengurangi beban kendaraan di kawasan Gladak. Di Jl. Sugiyopranoto akan ada rambu batas melintas hingga pintu masuk Balai Kota.

Dishub mencatat akan ada lokasi rawan kecelakaan yakni di Bundaran Gladak menuju arah Keraton Solo ketika pengendara dari arah barat melewati jalan bagian rel kereta. Ia mengimbau pengendara berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan fasilitas lain akan ditambahkan di ruas koridor Jensud. Berbagai festival juga akan dipusatkan di ruas jalan itu.