Selamat! Lazismu Sragen Terbaik Nasional

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti (tengah) menyerahkan vandel Lazismu Award 2018 kepada Ketua Lazismu Sragen Ikhwanushoffa dalam momentum Pengajian PDM Sragen di Masjid Mangundimejan Sumengko, Sragen Tengah, Sragen, Jumat (4/1 - 2019) malam. (Solopos/Tri Rahayu)
08 Januari 2019 08:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen mendapat penghargaan sebagai Lazismu Terbaik Nasional dalam ajang Lazismu Award 2018.

Penghargaan Lazismu Award 2018 tersebut diserahkan secara resmi oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Mu’ti saat Pengajian Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen di Masjid Mangundimejan Sumengko, Sragen Tengah, Sragen, Jumat (4/1/2019) malam.

Lazismu Award tersebut diterima Ketua Lazismu Sragen Ikhwanushoffa dan Sekretaris Lazismu Sragen Padmono Abdul Aziz. Pada kesempatan itu pula, pengurus Lazismu Kecamatan di wilayah Bumi Sukowati juga mendapat penghargaan sebagai Lazismu Kecamatan terbaik, yakni Lazismu Kecamatan Plupuh. Tiga Lazismu kecamatan lainnya juga mendapat apresiasi sebagai Lazismu Kecamatan terbaik juara II, III, dan juara harapan, yakni Lazismu Sukodono, Lazismu Kedawung, dan Lazismu Jenar.

“Masing-masing mendapatkan dana pemberdayaan Rp20 juta untuk Plupuh, Rp15 juta untuk Sukodono, Rp10 juta untuk Kedawung, dan Rp5 juta untuk Jenar,” ujar Ikhwan.

Penghargaan untuk Lazismu Kecamatan itu diserahkan secara bergantian mulai dari Ketua Lazismu Sragen Ikhwanushoffa, Ketua Lazismu Jawa Tengah Dodok Sartono, Ketua PDM Sragen Abdullah Affandi, dan mantan Bupati Sragen yang juga kader Muhammadiyah Agus Fatchur Rahman.

Dalam kesempatan itu pula, Lazismu Sragen juga menyosialisasikan Aqiqahmu yang diresmikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir beberapa waktu lalu. Aqiqahmu menjadi wakaf produktif yang dikelola dengan manajemen profesional.

Agen Aqiqahmu

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen Abdullah Affandi meminta 20 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) menjadi agen Aqiqahmu.

“Selama 2019 ini ditargetkan bisa menyembelih 1.000 ekor kambing/domba untuk aqiqahmu. Jadi setiap PCM minimal harus bisa menyemblih 50 ekor kambing untuk aqigahmu. Dalam fiqihnya, aqiqah itu wajib untuk orang tua tetapi boleh disembelihkan orang lain, yakni bisa kakeknya atau tetangganya,” ujar Abdullah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti memberikan penghormatan khusus kepada Ketua Lazismu Sragen atas kinerjanya bersama tim dan mengantarkan Lazismu Sragen menjadi Lazismu Terbaik Nasional.

Abdul Mu’ti juga mengapresiasi Lazismu nasional sebagai lembaga amil zakat terbaik nasional dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Apresiasi juga diberikan kepada MDMC yang selalu menjadi garda ke depan dalam kebencanaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan.

Prestasi

“Prestasi yang dicapai Lazismu dan MDMC tersebut semakin memperkokoh Muhammadiyah dengan gerakan filantropi islamnya. Bila filantropi islam ini jadi budaya umat Islam Indonesia maka umat ini akan menjadi kelompok dengan kekayaan ekonomi yang tidak tertandingi. Selama ini filantropi islam belum menjadi budaya dan belum dikelola dengan manajemen profesional sehingga masih bersifat sporadis dan karikatif,” ujarnya.

Mu’ti menjelaskan sporadis yang dimaksud munculnya filantropi islam itu atau menolong orang itu harus menungg ada musibah atau di saat Ramadhan. Dia mengatakan 2018 itu Indonesia dinobatkan lembaga survei di Inggris sebagai negara paling dermawan di dunia karena 2018 itu tahun musibah.

“Sementara karikatif itu gerakan filantropi yang muncul dengan menunggu orang sengsara dulu. Misalnya orang menyumbang tetapi minta difoto. Ini menjadi problem banyak orang sehingga tidak banyak perubahan. Nah, Muhammadiyah ingin hadir dan bangkit dengan memberi solusi bagi umat,” tuturnya.