Pohon Tumbang Timpa Pengendara Motor di Plupuh Sragen

Motor Honda Beat ringsek lantaran tertimpa pohon tumbang di jalan Pungkruk-Gabugan Km 1, Sidoharjo, Sragen, Senin (7/1 - 2019) sore. (Istimewa)
08 Januari 2019 11:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Warga Dukuh Kedungdowo RT 008, Desa Somomorodukuh, Plupuh, Sragen, Aris Nurwanto, 33, mengalami luka ringan lantaran tertimpa pohon tumbang berdiameter 50 sentimeter di jalan Pungkruk-Gabugan Km 1, Sidoharjo, Sragen, Senin (7/1/2019) pukul 15.30 WIB.

Pohon jenis jaranan itu ambruk setelah disapu angin kencang yang menyertai hujan gerimis di tempat tersebut. Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Kukuh Handono, mengetahui adanya pohon tumbang saat melintas di jalan itu.

Dia menjelaskan pohon itu melintang di jalan dan membuat arus lalu lintas macet. “Korban warga Plupuh dan dievakuasi terlebih dahulu dan dilarikan ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Korban tidak apa-apa hanya luka ringan. Tetapi motor Honda Beat warna merah berpelat nomor AD 6014 AXE miliknya ringsek karena tertimpa pohon,” ujar Kukuh saat masih di lokasi kejadian ketika dihubungi Solopos.com, Senin sore.

Kukuh menjelaskan jalur Pungkruk-Gabugan macet untuk kendaraan roda empat tetapi kendaraan roda dua masih bisa melintas di pinggir jalan yang tak terkena reruntuhan batang pohon. Dia mengatakan pohon itu memang sudah lapuk sehingga tumbang saat terkena angin kencang.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sidoharjo, AKP Agus Taruna, mengatakan korban mengalami luka memar dan nyeri pada kaki kanan sehingga korban dirawat di RSUD Sragen. Dia menambahkan motor yang rusak diamankan di Pos Lalu Lintas Bulu, Sidoharjo.

“Kami bersama-sama dengan tim BPBD, Poldes Masaran, Satpol PP, PMI, dan Polantas Pos Bulu ikut evakuasi pohon tumbang,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menambahkan jalan Pungkruk-Gabugan itu merupakan jalan milik Provinsi Jawa Tengah. Sugeng langsung mengirimkan tim untuk mengevakuasi pohon tumbang itu.

Evakuasi dilakukan tim BPBD dengan menggunakan gergaji mesin dan membutuhkan waktu sekitar 48 menit. Dia berharap ada upaya antisipasi dari pihak terkait agar tidak muncul kejadian serupa.

Sugeng mendapat laporan dari petugas di lapangan masih ada empat pohon yang sudah lapuk dan rawan tumbang. “Wewenang pemangkasan pohon ada di DPU Provinsi Jawa Tengah. Kami siap terjun memangkas pohon bila ada koordinasi atau permintaan dari pihak berwenang,” ujar Sugeng saat ditemui Solopos.com di kantornya.

Sementara itu, Pengawas Jalan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Heru, mengatakan petugas DPU Bina Marga Provinsi Jateng sudah melakukan upaya antisipasi dengan pemangkasan ranting dan batang pohon yang rawan tumbang di jalur Pungkruk-Gabugan.

Dia menyampaikan pemangkasan dan pemotongan pohon sudah dilakukan sejak menjelang musim penghujan dan terus dilakukan untuk antisipasi kalau ada angin kencang.

“Pohon tumbang di Sidoharjo itu di luar prediksi karena bencana angin kencang. Kami berusaha maksimal untuk antisipasi. Laporan dari pihak kecamatan juga sudah kami tindaklanjuti. Tadi ketika kejadian juga ada petugas DPU Provinsi Jateng yang ke lokasi,” tambahnya.