Nenek-Nenek Pikun Ditemukan Mengapung di Sungai Tanon Sragen

Tim SAR gabungan dari Poldes, BPBD, PMI, mengevakuasi jenazah Mardiyah, 90, di Sungai Suwatu, Tanon, Sragen, Selasa (8/1 - 2019). (Istimewa)
08 Januari 2019 21:35 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Nenek-nenek berumur 90 tahun, Mardiyah, warga Dukuh Banaran RT 010, Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, Sragen, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Sungai Suwatu, Selasa (8/1/2019) pukul 14.30 WIB.

Perempuan lansia itu diduga meninggal dunia lantaran terpeleset dan terjatuh ke sungai. Camat Tanon, Suratman, saat dihubungi Solopos.com, Selasa petang, mengungkapkan Mardiyah yang sudah pikun itu meninggalkan rumah sejak pukul 07.00 WIB.

Keluarganya cemas karena sampai siang hari tidak pulang. Kemudian keluarga mencari Mardiyah ke rumah saudara tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

“Warga dan keluarga mencari Mbah Mardiyah. Salah satu anggota keluarga akhirnya menemukan Mardiyah dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Suwatu. Kemudian warga melapor ke polisi. Kemudian tim dari BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] dan dari Tim Identifikasi Polres Sragen juga datang bersama tim medis dari Puskesmas Tanon I,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Sugeng Priyono, menjelaskan korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sungai. Dia mengatakan petugas yang evakuasi jenazah Mardiyah tidak hanya dari BPBD tetapi juga dari PMI, PSC 119, Poldes, Polsek Tanon, Polres Sragen, Camat Tanon, Kades Suwatu, dan warga sekitar.

“BPBD sempat memberikan bantuan logistik pangan kepada keluarga korban untuk meringankan beban keluarga yang ditinggal,” ujarnya.

Dari hasil identifikasi tim Polres Sragen dan Puskesmas I Tanon tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan. Tim medis menemukan indikasi nenek-nenek itu tidak sehat. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.