Petani Boyolali Desak Jembatan di Saluran Irigasi Dirobohkan

Jembatan yang diduga dibangun tanpa izin melintang di saluran irigasi pertanian di Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali. Bangunan yang melintasi saluran dikhawatirkan bisa mengganggu kelancaran irigasi. Foto diambil Minggu (6/1 - 2018).(Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)
08 Januari 2019 05:35 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI-Jembatan permanen yang melintasi saluran irigasi Waduk Cengklik, di Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali, diduga dibangun tanpa izin. Jembatan itu melintasi saluran irigasi cukup jauh dari permukiman penduduk.

Jembatan tersebut memiliki lebar kira-kira empat meter, sama dengan lebar saluran. Jembatan dibangun permanen di atas pipa penyangga serta tidak memiliki pengaman di sisi kanan dan kirinya. Di dekat jembatan tersebut, terdapat sejumlah jembatan nonpermanen yang dibangun warga menggunakan bambu sebagai jembatan alternatif.

Sementara itu, kondisi saluran sudah tidak lagi berfungsi. Selain kering, saluran juga tampak tidak terawat. Di kanan dan kiri dinding ditumbuhi rumput liar. Saluran tanpa air tersebut penuh sampah dan limbah hingga menyebabkan sedimen.

Hingga kini, saluran di Desa Sobokerto belum tersentuh anggaran revitalisasi sepaket dengan perbaikan saluran cengklik sayap kanan mulai 0km waduk hingga ke Desa Giriroto. Ketua GP3A Tri Mandiri Waduk Cengklik, Samidi, mengatakan jembatan itu sudah dibangun selama bertahun-tahun.

Awalnya, jembatan merupakan akses untuk menyebrangi saluran ketika masih terdapat aktivitas galian pasir di sisi utara saluran. “Itu sudah lama sekali, mungkin yang bikin sudah lupa,” ujar Samidi, Minggu (6/1/2019) siang.

Saat reporter Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni mendatangi tempat galian pasir yang dimaksud, tak tampak lagi aktivitas pekerja. Namun, bekas galian masih tersisa seperti kontur tanah yang cekung,dan lahan mengering.

Saat ini, kasus jembatan telah dilaporkan kepada Pemkab Boyolali dalam rapat rutin Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Samidi mengatakan jika tidak segera ditindaklanjuti, jembatan akan menjadi bangunan liar yang mengganggu kelancaran irigasi.