Angin Terjang Klaten, Kubah Masjid Terbang Berputar di Atas Permukiman Warga

Masjid Besar Darussalam, Pokoh Klaten, setelah kubahnya terlepas (foto bawah). Kubah yang terlepas di depan rumah warga. (Solopos/Taufik Sidik)
08 Januari 2019 18:41 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Angin ribut menerjang wilayah Dukuh/Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Senin (7/1/2019) sore. Akibat kejadian itu, kubah Masjid Besar Darussalam terlepas dan terbang diterjang angin.

Kubah masjid yang terlepas berbahan stainless steel berdiameter sekitar 3 meter. Kubah sempat berputar-putar di atas perkampungan serta menyerempet atap rumah warga sebelum terjatuh di depan rumah salah satu warga, Sri Hastuti, yang berjarak sekitar 200 meter dari masjid.

Kembali Terbang

Kubah masjid terlepas

Foto: Kubah masjid terlepas (Solopos-Taufiq Sidik P)

Salah satu warga, Tarwini, 46, mengatakan angin berembus kencang sekitar pukul 15.00 WIB.

“Awan berwarna gelap kemudian ada angin kencang disusul hujan deras. Saking kencangnya angin, saya mau menutup pintu saja sulit. Saat itu saya hanya berada di dalam rumah karena anak-anak saya ketakutan,” kata Tarwini saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin.

Tarwini mengatakan dari penjelasan sejumlah warga, kubah masjid yang terlepas dan terbang sempat terjatuh ke lantai rumah warga namun kembali diterbangkan angin hingga terjatuh di halaman rumah warga.

“Ada yang melihat di atas masjid itu ada angin berputar-putar kemudian kubah terbang dan menyerempet atap rumah warga,” kata dia.

Ambruk

Kubah masjid terlepas

Foto: Kubah Masjid yang terlepas (Solopos-Taufiq Sidik)

Warga lainnya, Bambang, 47, menjelaskan kubah masjid yang terlepas dan terbang merusak atap rumahnya sebelum terhempas hingga jatuh di halaman rumah warga.

“Saat diterbangkan angin, kubah masjid tidak terlalu jelas terlihat. Namun, saat angin menerjang suaranya bergemuruh seperti bangunan ambruk,” tutur dia.

Kurang 1 Menit

Foto: Masjid Besar Darussalam setelah kubahnya terlepas (Solopos-Taufiq Sidik)

Kepala Desa Polan, Joni Mulyadi, mengatakan peristiwa angin ribut itu terjadi kurang dari 1 menit. Ia memastikan tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Hanya, genteng rumah warga rontok selain terbangnya kubah masjid. “Untuk rumah warga yang gentengnya rusak kami perkirakan kurang dari 10 unit,” tutur dia.

Setelah kejadian itu, warga memperbaiki atap rumah mereka. Warga juga bergotong royong membersihkan bagian dalam masjid yang dipenuhi air serta sisa reruntuhan langit-langit masjid setelah kubahnya terlepas.