Kapolres Baru Karanganyar Pakai Cara Nguwongke Demi Sinergi

08 Januari 2019 15:55 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR - Polres Karanganyar punya nakhoda baru yaitu AKBP Catur Gatot Efendi, 43, yang menjabat sebagai kapolres sejak Selasa (4/12). Jabatan terakhirnya sebelum ini adalah Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Penegakkan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng.

Perjalanan karirnya dimulai tahun 2000. Kali pertama bertugas di Bengkulu hingga 2006. Catur memulai karir dari Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Jabatan berturut-turut Kanit Lantas, KBO Lantas, dan Kasat Lantas di Bengkulu. Setelah itu hingga 2014 bertugas di Polda DIY. "Masuk PTIK [Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian] 1,5 tahun. Tahun 2007 masuk Polda DIY. Mulai dari Kaur Protokol Polda lalu Kapolsek Mergangsan, Kasat Lantas Polres Gunungkidul lalu ke Bantul dan Registrasi dan Identifikasi (Regiden) Ditlantas Polda DIY," kata dia menguraikan sebagian perjalanan kariernya saat berbincang dengan wartawan, Kamis (27/12/2018).

Baru kali ini dirinya menjabat kapolres, namun Karanganyar tidak asing bagi pria kelahiran Bulusari, Gayam, Sukoharjo ini. "Waktu SMA, SMP pernah ke Tawangmangu. Karyawisata sama teman-teman. Masih banyak monyet, makan sate kelinci," ujar dia. Catur muda tidak pernah berpikir menjadi polisi. Cita-citanya dulu adalah menuntut ilmu di sekolah yang memiliki ikatan dinas. "Saya anak orang biasa. Bisa seperti sekarang, berprofesi sebagai polisi itu bersyukur. Saya kerja maksimal jangan sampai ada pelanggaran dan penyimpangan. Tugas polisi mulia memberikan pelayanan masyarakat. Minimal ada yang bisa ditorehkan sedikit untuk organisasi dan kesatuan," ujar dia.

Tugas berat menanti di depan mata yakni pelaksanaan Pemilu tahun 2019, yakni pemilihan presiden/wakil presiden dan pemilihan legislatif. "Saya mendekat ke tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan lain-lain dalam rangka mengajak menjaga kerukunan, kondusivitas di Karanganyar. Memerangi isu hoaks, SARA, mengurangi potensi konflik. Menjaga netralitas dan bersama TNI mengawal pesta demokrasi," tutur dia. Sebagai kapolres dia akan menerapkan gaya kepemimpinan yang nguwongke. Dia memilih mengedepankan sikap saling menghargai, menghormati, menjaga etika, sopan santun.