2 Kejadian Tanah Longsor dan 1 Angin Kencang Guncang Wonogiri

Sukarelawan dan TNI membersihkan puing-puing bangunan tertimpa tanah longsor di Dusun Pendem, RT 007/RW 004, Desa Nguneng, Puhpelem, Wonogiri, Selasa (8/1 - 2019). (Istimewa)
08 Januari 2019 19:35 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Hujan deras di Wonogiri bagian timur mengakibatkan tanah longsor di Dusun Pendem RT 007/RW 004, Desa Nguneng, Puhpelem, Senin (7/1/2019). Pada hari yang sama tanah longsor dan angin topan juga terjadi di Kecamatan Bulukerto.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan hujan lebat mengakibatkan bidang tanah di bagian belakang rumah Katno Wagiman di Nguneng, Puhpelem, longsor. Longsoran menimpa tembok dan bangunan rumah permanen itu hingga roboh.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu. “Kerugian material berupa bangunan rumah permanen yang baru selesai dibangun sekitar setengah bulan yang lalu. Tembok roboh di bagian dapur maupun rumah induk serta sejumlah peralatan dapur rusak. Untuk sementara, pemilik rumah menempati rumah keluarga terdekat,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa (8/1/2019).

Tanah longsor juga terjadi di Dusun Bulurejo RT 002/RW 003, Desa Bulurejo, Bulukerto. Tanah longsor dipicu hujan intensitas lebat yang berdampak pada saluran pembuangan air di lokasi lapangan sepak bola Desa Bulurejo tidak mampu menampung air hujan.

Kondisi itu membuat air meluap dan tanah lapangan longsor menimpa dua bangunan kios semi permanen. Kedua kios yakni usaha warung bakso milik Miyati, 43, dan kios untuk usaha penjualan stiker milik Didit, 38.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan bangunan kios semi permanen berikut peralatan warung serta gerobak,” beber Bambang.

Sementara itu hujan lebat disertai angin kencang melanda Lingkungan Gondang, RT 003/RW 001, Kelurahan Bulukerto, Bulukerto. Hujan mengakibatkan dua pohon tumbang menimpa rumah dan dapur milik Saminem, 80.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. “Upaya penanganan pemulihan bencana telah dilakukan warga setempat bersama sukarelawan. BPBD Wonogiri juga mendistribusikan bantuan logistik kepada korban dan termasuk selama proses penanganan pemulihan,” beber Bambang.