Bangjo Nyala, Bagaimana Nasib Supeltas Kampung Baru Solo?

Traffic ligh baru di kawasan Kampung Baru Solo (Instagram/solokini)
09 Januari 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Dinas Perhubungan (Dishub) memasang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di dua wilayah di Kota Solo, Jawa Tengah. APILL terbaru itu dipasang di simpang empat Ramayan Kampung Baru dan Polresta Solo.

Pemasangan APILL tersebut diharapkan memperlancar arus lalu lintas dan mencegah kecelakaan. Sayangnya, sejumlah warganet Kota Solo menilai pemasangan APILL itu tidak memberikan efek yang signifikan untuk mengurai kemacetan.

Tak sampai di situ saja, warganet juga penasaran dengan nasib sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) yang biasa berada di wilayah Kampung Baru, Solo. Menurut mereka, biasanya supeltas-lah yang membantu mengurai kemacetan.

Jika wilayah Kampung Baru, Solo, telah dipasangi APILL, maka peran supeltas tentu tidak terlalu dibutuhkan. Hal itulah yang membuat warganet penasaran dengan nasib supeltas tersebut. Keresahan netizen tentang nasib supeltas di Kampung Baru, Solo, disuarakan lewat foto unggahan akun Instagram @solokini yang dibagikan ulang @jelajahsolo, Selasa (8/1/2019).

"Yuhh, mbahnya yang sering ngatur di perempatan itu gimana nasibnya?" tanya @anikindriyanto.

"Bapaknya yang sering nyeberangin itu pensiun dini ya?" imbuh @happy_sahaja.

"Terus nasibnya supeltas yang di perempatan Kampung Baru gimana ya?" sambung @ragayasadiv penasaran.

"Yahh, mbahnya supeltas enggak bisa cari uang di situ lagi dong," komentar @xiao_vhie iba.

"Kasihan supeltasnya yang sudah tua itu. Pindah ngatur lalu lintas di mana ya?" lanjut @agoenkretro tak kalah penasaran.