Solopos Hari Ini: Guru Buka Bimbel Disorot KPK

Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (9/1 - 2019).
09 Januari 2019 10:40 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingatkan agar guru tidak memberikan bimbingan belajar (bimbel) bagi siswa yang diajar di sekolah. Bimbel perlu dihindari karena ada potensi benturan kepentingan hingga gratifikasi bagi para pendidik.

Hal itu disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo seusai bertemu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Gedung KPK, Selasa (8/1/2019). Agus menyebut pemberian bimbel itu bisa berpotensi konflik kepentingan karena guru tersebut juga memberi nilai bagi siswanya di sekolah.

Kabar mengenai guru sekolah yang disoroti KPK itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (9/1/2019). Kabar tersebut bisa disimak selengkapnya di E-Paper Solopos.

Halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar utama mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis. Ada 45 artis dan 100 model yang dipastikan terlibat dalam kasus tersebut.

Data Artis Valid, 2 Muncikari Hafal Pelanggan

Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) akan memeriksa secara bertahap 45 artis dan 100 model yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online. Polisi memastikan data 45 artis dan 100 model dalam kasus itu valid karena polisi mengantongi nama, foto, dan tarif jasa prostitusi.

Pemeriksaan terhadap mereka bagian dari pengembangan dugaan prostitusi online yang menyeret artis VA dan model AS.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai konsumsi masyarakat Solo yang beralih dari beras medium ke beras premium. Ada pula kabar kenaikan harga petai di Wonogiri pada halaman Soloraya.

Beras Jenis Premium Makin Disukai

Konsumsi masyarakat mulai bergeser dari jenis beras medium beralih ke beras jenis premium, tak terkecuali di Kota Solo. Kepala BPS Solo, Bagus Rahmat Susanto, mengatakan hasil survei volume penjualan eceran besar di Solo menandakan masyarakat banyak yang suka atau minat dengan beras C4 dengan berbagai jenis, terutama kualitas bagus, yakni C4-Super dan C4-Raja.

"Kami menyadari adanya pergeseran permintaan jenis atau kualitas beras yang dikonsumsi dari masyarakat waktu ke waktu yang dapat menimbulkan bias substitusi dalam penghitungan Indeks Harga Konsumen [IHK]. Dari hasil survei ini terlihat gambaran dari pola konsumsi masyarakat terhadap jenis maupun kualitas beras yang banyak diminati masyarakat di Solo," ujarnya kepada Espos, Selasa (8/1/2019).

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Harga Petai Naik 4 Kali Lipat

Harga jual petai di Wonogiri naik empat kali lipat sejak Desember 2018 lalu. Sebab musim panen petai akan berakhir, sehingga jumlah pasokan mulai menipis. Pengepul petai di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Ria Ningsih, 49, saat ditemui Espos, Selasa (8/1/2019), mengatakan saat puncak panen, Oktober-November tahun lalu, harga seikat petai yang berisi 100 lonjor hanya Rp25.000-Rp30.000.

Jika dijual eceran, harganya Rp500/lonjor (satu lonjor berisi 10-18 butir petai). Sejak akhir Desember harga naik. Pada Selasa itu harga seikat mencapai Rp100.000. Apabila dijual eceran harga mencapai Rp2.000/lonjor.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.