Dipagari, Begini Kondisi Lalu Lintas di Jl. Jensud-Gladak Solo

Kepadatan arus lalu lintas terlihat di kawasan Gladak, Solo, setelah Jl. Jenderal Sudirman dipagari di bagian tengah, Rabu (9/1 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
09 Januari 2019 16:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ruas Jl. Jenderal Sudirman (Jensud) Solo sudah dipagari di bagian tengah untuk keperluan penataan kawasan berupa penggantian aspal dengan batu andesit sejak Selasa (8/1/2019).

Hal itu berdampak pada perubahan manajemen rekayasa di ruas jalan tersebut maupun di beberapa ruas jalan lain di sekitarnya. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Rabu (9/1/2019), pagar dipasang di bagian tengah jalan mulai Bundaran Gladak hingga perempatan Bank Indonesia (BI).

Pemagaran menyisakan ruang selebar tiga meter di sisi kanan dan kiri jalan untuk lalu lintas. Meski jalan jadi menyempit, lalu lintas ramai lancar.

Hanya terjadi kepadatan di jam-jam tertentu namun arus lalu lintas masih dapat mengalir dengan lancar. Kepadatan terjadi pada pukul 11.30 WIB hingga 12.30 WIB di Jl. Slamet Riyadi menuju Jl. Jenderal Sudirman.

Kendaraan roda empat melaju pelan karena akses jalan yang tersedia di kawasan itu hanya selebar tiga meter. Sementara di Jl. Slamet Riyadi sisi selatan atau arus lalu lintas yang diarahkan belok kanan menuju Jl. Pakubuwono tidak terjadi kepadatan.

Hanya kendaraan roda dua harus melaju pelan saat melitasi rel kereta api. Sempat terlihat beberapa pengendara roda dua yang berputar di Jl. Jenderal Sudriman dengan membuka water barrier yang dipasang Dishub Solo.

Hal itu karena Simpang Gladak tidak tidak dapat digunakan untuk berputar sehingga arus lalu lintas dari arah utara wajib lurus atau berbelok ke arah timur. Hal itu menjadikan pengendara harus berputar lebih jauh untuk menuju Jl. Ronggowarsito hingga akhirnya pengendara nekat membuka water barrier.

Namun, petugas Dishub segera menata kembali water barrier yang digunakan sebagai pengaman pelaksanaan pengerjaan proyek pemasangan batu andesit itu.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dishub Solo, Mudo Prayitno, kepada Solopos.com, mengatakan dari pagi hingga sore tidak terjadi kemacetan dan arus lalu lintas berjalan lancar.

“Sejauh ini tidak terjadi kemacetan sehingga tidak ada improvisasi di lapangan. Saat kereta melintas juga ada petugas dari PT KAI yang bersiaga membantu perjalanan kereta. Kalau padat wajar saja tidak sampai macet,” ujarnya.

Menurutnya, pada Rabu (9/1/2019) dilakukan pemasangan rambu-rambu informasi untuk mengarahkan agar para pengendara mengambil jalur lain.

“Arus lalu lintas dari timur yang hendak ke barat dapat berputar melalui Simpang Ngapeman karena kawasan Gladak tidak dapat digunakan untuk berputar. Sementara itu, pengendara dari wilayah selatan hendak ke kawasan Balai Kota dapat melewati Gading ke barat, Gemblegan ke utara, Slamet Riyadi melintasi kawasan proyek,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk merencanakan rute bepergiannya. Menurutnya, saat ini arus lalu lintas yang terbilang lancar merupakan hasil dari evaluasi MRLL terhadap pengerjaan tahap awal di kawasan Balai Kota.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan arus lalu lintas berjalan lancar namun seluruh petugas masih melakukan pemantauan baik di lapangan maupun melalui ruang kontrol (CC Room) Dishub Solo.

Sementara itu, warga Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Ary Anto, mengatakan baru mengetahui mengenai pengerjaan kawasan Jl. Jenderal Sudirman. Ia yang hendak menuju Pusat Grosir Solo harus berputar di depan Balai Kota Solo.