Bangun Kawasan Elite, Investor Borong 17 Hektare Lahan di Boyolali

Sebuah ekskavator menuangkan material ke sebuah truk di tepi jalan tembus Kridanggo-Susiloharjo, Boyolali Kota yang merupakan jalan penghubung dua jembatan baru di kedua daerah tersebut, Senin (7/1 - 2019). Jalan ini berada di sisi hutan di tengah kota yang akan dikembangkan menjadi kawasan elite. (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
09 Januari 2019 07:49 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Investor yang akan mengembangkan kawasan elite Boyolali telah memborong lahan seluas sekitar 17 hektare di Dukuh Baros, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali milik warga.

Kepala Dusun (Kadus) I Karanggeneng, Daryanto mengatakan, pembelian lahan tersebut sudah dilakukan beberapa waktu lalu dan saat ini dalam proses balik nama. “Ada investor yang membeli lahan seluas 17 hektare di lokasi itu dan sudah dibayarkan semua kepada warga. Tinggal nunggu balik nama,” ujarnya saat ditemui di Kantor Balai Desa Karanggeneng, Senin (7/1/2019).

Dia menambahkan, proses pembelian berlangsung lancar. Namun Daryanto tidak menyebut investor yang ia maksud dan nilai pembeliahn lahan tersebut. “Lahan itu milik 57 orang dan pembeliannya lancar, tidak ada kendala,” imbuh Kadus yang mengampu wilayah Baros tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Karanggeneng Suparji mengatakan, lahan tersebut merupakan lahan kering yang tidak produktif. “Itu lahan tidak produktif dan hanya ditumbuhi tanaman kayu dan semak-semak sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan daerah,” ujarnya.

Kades juga tidak menampik bahwa pembelian lahan warga oleh investor itu merupakan bagian dari proses pengembangan kota menjadi kawasan elite seperti yang disampaikan Bupati Boyolali Seno Samodro kepada Solopos.com. “Ya di sana memang mau dibuat perumahan elite sehingga ada lahan warga yang dibeli,” imbuhnya. Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, tahun 2019 akan dibangun jalan tembus dari daerah tersebut menuju kawasan Alun-alun Lor.

“Sekarang sebagian jalan tembus sudah dibangun dari Baros sampai Jl Prof Suharso [jalur lingkar utara]. Katanya akan dilanjutkan lagi tahun ini dari jalur lingkar utara itu sampai ke Alun-alun Lor melintasi hutan juga,” ujarnya. Dengan pembangunan jalan ini, diharapkan ke depan ekonomi masyarakat Karanggeneng dan sekitarnya akan tumbuh, sehingga tidak ada ketimpangan ekonomi antara kawasan elite dengan warga sekitarnya.

Sebagaimana diberitakan Solopos sebelumnya, kawasan hutan yang terdapat di tengah kota Boyolali akan disulap menjadi kawasan elite. Rencananya, di kawasan ini akan dibangun perumahan elite, rumah sakit mewah, dan hotel berbintang.

Kawasan hutan kota ini berada di Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, sebelah utara Taman Kridanggo yang membentang dari sekitar Kali Gedhe hingga sekitar jalur lingkar utara (Jl Prof Soeharso). Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan di hutan kota itu tersedia lahan setidaknya 20 hektare (ha) yang bisa dikembangkan menjadi kawasan elite.

“Kalau 20 hektare ada lah. Nanti akan dibangun sehingga Boyolali akan punya kawasan elite. Mohon doanya saja semoga lancar,” ujarnya saat berbincang dengan Solopos.com di sekitar jembatan Lebur Sekethi, Kamis (3/1/2019).

Konsep kawasan elite yang dia tawarkan adalah perumahan elite, rumah sakit mewah, dan hotel berbintang. Perumahan elite itu, kata Seno, boleh jadi harganya rata-rata Rp1 miliar lebih per unit, sedangkan hotelnya nanti berbintang 4.

Sementara rumah sakit mewah nanti memang khusus bagi pasien VIP atau VVIP yang menginginkan kualitas pelayanan super, sekelas rumah sakit-rumah sakit di Singapura. “Kamarnya mungkin luasnya 300 meter persegi. Tarif [kamarnya] bisa Rp10 juta per malam non BPJS dan mungkin hanya tersedia beberapa puluh unit kamar,” kata dia.