Kisah Di Balik Penemuan Tas Misterius Di Depan GOR Indoor Boyolali

Polisi memeriksa lokasi penemuan tas mencurigakan di kompleks GOR Indoor Boyolali, Rabu (9/1 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
09 Januari 2019 19:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Tas mencurigakan yang tergeletak di teras pondok pelajar milik IPHI Boyolali depan GOR Indoor di Madumulyo, Desa Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota, Rabu (9/1/2019), diketahui milik Bagus Prasetyo, siswa SMAN 1 Teras, Boyolali.

Tas tersebut dicuri seseorang dan kemudian diletakkan di lokasi tersebut. Pagi itu sebelum berangkat ke sekolah, pelajar asal Sidomulyo, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, ini pergi ke Toko Pono tak jauh dari rumahnya untuk membeli sarapan mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max.

Sesampainya di toko, dia langsung masuk dan meninggalkan tas di sepede motor. “Kami masuk beli bubur cuma sebentar. Begitu keluar, tas sudah tidak ada. Lalu kami pulang ngantar ibu sekalian laporan kepada bapak,” ujarnya kepada wartawan di dekat lokasi penemuan tasnya.

Bagus mengatakan tas itu berisi peralatan sekolah dan dompet berisi uang tunai sekitar Rp50.000. Selanjutnya dia pergi ke sekolah dan memohon izin pulang lagi untuk mencari kembali tasnya yang hilang.

“Waktu saya pulang dari sekolah, ibu saya katanya sedang ke sini [lokasi penemuan]. Katanya ketemu, lalu saya susul ke sini,” kata dia.

Bagus tidak menyangka tas yang hilang itu ditinggalkan oleh orang yang diduga mencurinya begitu saja. Bahkan keberadaan tas di depan GOR Indoor Boyolali itu sudah membuat polisi mencurigainya berisi bom atau benda membahayakan lainnya.

Setelah diperiksa, peralatan sekolah di dalam tas tersebut masih utuh, namun dompetnya sudah raib. Keberadaan tas Bagus yang tergeletak begitu saja di teras pondok pelajar milik IPHI Boyolali itu memang sempat membuat heboh sampai polisi mendatangkan tim Jihandak Polda Jateng karena khawatir isinya barang berbahaya.

Tas berwana cokelat itu ditemukan kali pertama oleh penjaga GOR Indoor, Sriyono, 60, yang saat itu selesai bersih-bersih lingkungan gedung. Saat itu dia melihat seonggok tas tergeletak di teras dan tidak ada orang di sekitarnya.

Dia sempat menanyakan kepada beberapa orang yang pekerja proyek agak jauh dari lokasi, tetapi tak satu pun yang mengakui memiliki tas itu.

“Karena tidak ada yang mengaku, saya bilang kepada petugas polisi penjaga GOR. Kan di sini memang selalu ada polisi,” kata dia.

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Mapolres Boyolali. Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas dari berbagai satuan datang untuk mengamankan lokasi. Petugas juga memasang garis polisi untuk menghalangi pihak tidak berkepentingan mendekati tas itu.

Tim gegana Polda Jateng didatangkan untuk melakukan pemeriksaan. Sesampai di lokasi, personel penjinak bom langsung mengenakan pengaman sebelum mendekat ke objek.

Pada waktu yang sama, diperoleh informasi tas milik Bagus Prasetyo, siswa kelas XII SAMAN 1 Teras Boyolali, yang dicuri orang. Bahkan saat itu Bagus datang ke lokasi untuk mencari tahu kebenaran soal tersebut.

Dari kejauhan, Bagus mengenali tas tersebut memang miliknya. Meski demikian, tim gegana tetap melakukan pemeriksaan secara khsusus untuk mengantisipasi penyalahgunaan tas oleh orang tak dikenal untuk kejahatan.

Bahkan, polisi tetap melakukan pemeriksaan isi tas dengan alat X-Ray dan diketahui tas itu berisi alat tulis keperluan sekolah. Wakapolres Boyolali Kompol Zulfikar Iskandar mewakili Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan tidak mau gegabah terhadap temuan yang mencurigakan sehingga tetap melakukan pemeriksaan tas tersebut dengan personel dan peralatan khusus penjinakan bom.

“Kami tidak berspekulasi ini aman atau tidak aman. Ketika mencurigakan, kami periksa,” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Setelah dinyatakan aman, tas tersebut dibuka dan ternyata berisi peralatan sekolah milik Bagus. Sementara itu, Ketua KPU Boyolali Ali Fachrudin menyatakan mengapresiasi polisi yang sudah bertindak cepat dalam mengungakap tas mencurigakan tersebut.

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi polisi yang sudah dengan cepat melakukan tindakan untuk mengeliminasi risiko apa pun demi keamanan,” ujarnya.