Jacika Pifi Nugraheni Tertantang Ajak Masyarakat Kunjungi Museum

Jacika Pifi Nugraheni - Istimewa
09 Januari 2019 09:17 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Jacika Pifi Nugraheni, dara kelahiran 18 Mei 1994 ini mengemban tugas sebagai Duta Museum Jawa Tengah sejak September 2018.  Sebagai seorang duta museum, warga Blulukan, Kecamatan Colomadu ini memiliki tugas khusus yang salah satunya aktif mengajak seluruh elemen masyarakat selalu berkunjung ke museum.

Bagi Cika, hal tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri karena tingkat kunjungan ke sejumlah museum di Jateng saat ini terbilang masih minim. Padahal, fasilitas yang dimiliki museum di Jateng sudah sangat lengkap dengan harga tiket masuk cukup terjangkau. Salah satu cara efektif yang dilakukan Cika, yakni turut mengenalkanmuseum dengan membuat video promosi yang persuasif nan menarik.

“Masih minimnya kunjungan ke museum itu salah satunya disebabkan kurangnya promosi. Makanya, saya lebih intens turut mengenalkan [dengan meng-uploadvideo di media sosial],” kata mahasiswi program pascasarjana di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini kepada Solopos.com beberapa waktu lalu.

Cika mengatakan museum menjadi salah satu objek wisata edukasi terpenting di era sekarang. Sehingga, museum perlu dikenalkan ke anak-anak sejak usia dini. Melalui museum, generasi muda dapat memahami peninggalan sejarah, seni, ilmu, dan lainnya. “Bagi saya pribadi, menjadi duta museum itu menjadi tantangan karena benar-benar bekerja. Setiap duta museum dituntut memberikan ide melalui program kerja sehingga masyarakat dapat rutin berkunjung ke museum],” katanya.

Sebelum terpilih sebagai 10 besar duta museum dari 35 finalis, Cika pernah tercatat mengikuti kegiatan Putra-Putri Lawu di Karanganyar 2017. Saat memiliki waktu senggang, biasanya Cika juga menggeluti hobi lamanya, seperti bermain alat musik keyboard, menyanyi, dan berorganisasi. “Prinsip hidup yang saya pegang selama ini, yakni hidup itu sederhana. Biarkan hidup ini menuntun ragamu. Jalanilah dengan suka cita,” katanya.