Ada Pendaki Hilang, Semangat Pemkab Bikin Tangga Lawu Makin Kuat

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meletakkan batu pertama anak tangga menuju puncak Gunung Lawu Karanganyar, Jumat (17/8/2018). Sesuai rencana, pembangunan anak tangga ke puncak Gunung Lawu dirampungkan maksimal pada 2020. - Ponco Suseno
09 Januari 2019 17:58 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar di bawah komando Juliyatmono membangun anak tangga menuju puncak Gunung Lawu bertambah besar.

Salah satu tujuan proyek teranyar milik Pemkab tersebut mencegah pendaki tersesat atau hilang sebagaimana yang menimpa pendaki asal Magelang, Alvi Kurniawan, 20, dalam satu pekan terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, gagasan membangun anak tangga menuju puncak Gunung Lawu dilontarkan kali pertama Juliyatmono saat berlangsung debat di tahapan Pilkada 2018. Juliyatmono sudah meletakkan batu pertama pembangunan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu, Jumat, 17 Agustus 2018 pukul 13.30 WIB. Saat peletakan batu pertama dihadiri jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Karanganyar.

Pemkab Karanganyar mengklaim pembangunan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu itu tak merusak alam sekitar. Pembangunan anak tangga itu diproyeksikan mampu menyedot pengunjung, baik dari dalam dan luar negeri. Salah satu fungsi anak tangga menuju puncak Gunung Lawu, yakni memberi kemudahan bagi para pendaki sekaligus mencegah para pendaki tersesat di Gunung Lawu.

“Rencana itu jalan terus. Anak tangga menuju puncak Gunung Lawu itu untuk menghindari para pendaki agar tak tersesat. Sampai hari ini [kemarin], pendaki yang hilang itu juga belum ditemukan,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat ditemui Solopos.com, di kompleks Setda Karanganyar, Selasa (8/1).

Saat disinggung tentang perkembangan proyek pembangunan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu itu, Juliyatmono mengatakan saat ini sedang digarap detail engineering design (DED). Selain menyiapkan desain, Pemkab juga masih menghitung kebutuhan anggaran membangun anak tangga menuju puncak Gunung Lawu.

“DED belum jadi. Saya belum memperoleh laporan perkembangannya [dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPU PR Karanganyar]. Nantinya, proyek itu mengandalkan corporate social responsibility (CSR). Selain itu, akan ada dari elemen masyarakat lain, termasuk tokoh pemerhati lingkungan,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan banyak manfaat yang akan diperoleh Pemkab dan masyarakat terkait pembangunan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu. Pariwisata di Karanganyar akan semakin bergeliat dengan pembangunan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu yang diproyeksikan selesai pada 2020.

“Selain mencegah adanya pendaki tersesat, anak tangga puncak Gunung Lawu itu juga dapat mencegah kobaran api ketika terjadi kebakaran di hutan Gunung Lawu. Menjadi penyekat titik api agar tak merembet ke lokasi lain. Akses lebih mudah. Pemeliharaan dan gerakan penghijauan juga akan semakin mudah dilakukan karena keberadaan anak tangga menuju puncak Gunung Lawu,” katanya.