Ribuan Pohon Pisang di Wonogiri Diserang Virus

Kepala Desa Bumiharjo, Nguntoronadi, Sugiyanto, menunjukkan buah pohon pisang raja bulu yang selamat dari serangan virus di Dusun Melikan, Desa Bumiharjo, Nguntoronadi, Selasa (8/1/2019) - Cahyadi Kurniawan
09 Januari 2019 06:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Ribuan pohon pisang raja bulu di Desa Bumiharjo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, terserang virus. Akibatnya, jumlah produksi pisang di desa itu turun drastis.

Serangan virus mulai dirasakan sejak 2014 atau setahun setelah penanaman pohon pisang secara besar-besaran di Bumiharjo. Awalnya, virus menyerang sekitar 10% populasi pohon pisang yang ada atau sekitar 20.000 batang pohon. Jumlah itu bertambah setiap tahunnya. “Sekarang mungkin dari 10 rumah, hanya pohon pisang di dua rumah yang selamat. Selebihnya mati saat tumbuh buah,” kata Kepala Desa Bumiharjo, Sugiyanto, saat ditemui solopos.com di rumahnya, Selasa (8/1/2019).

Ia menjelaskan serangan virus terlihat sejak jantung pisang tumbuh. Saat sisir pisang dirasa cukup, petani biasanya memotong jantung pisang. Sejak itulah biasanya daun-daun mengering dan buah pisang menghitam. Petani kesulitan mendeteksi apakah pohon pisang terkena virus atau tidak sampai muncul tanda-tanda tadi. “Saat pohon masih kecil hingga besar semua tumbuh normal. Serangan virus hanya terlihat saat berbuah. Ini juga kadang bikin petani kecewa karena gagal panen,” terang dia.

Sugiyanto menambahkan berbagai upaya ditempuh untuk mengatasi serangan virus mulai dari menambahkan kapur hingga membongkar rumpun pisang yang terserang lalu membakarnya. Kemudian petani menanami kembali pohon pisang varietas yang sama. “Hasilnya panen perdana bagus. Tapi berikutnya selalu kena virus. Buah menjadi hitam dan pohon menguning sampai mati,” terang Sugiyanto.

Ia sudah melaporkan adanya serangan virus tersebut kepada Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, namun hingga kini belum ada solusi. Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) juga pernah datang untuk mengkaji virus itu. Namun, belum ada formula yang tepat untuk menangani penyakit tersebut. “Kami memiliki demplot berisi 800 batang pohon pisang pun habis diserang virus,” beber dia.

Akibat serangan virus, produksi buah pisang asal Bumiharjo turun. Kendati demikian, pemesanan bibit pohon pisang raja bulu masih berdatangan dari berbagai daerah yakni Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Jatisrono, Kismantoro, Baturetno, dan lainnya.