Banyak Kasus Asusila di Wonogiri Bikin AKBP Uri Nartanti Kaget

09 Januari 2019 08:41 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :


Menginjakkan kaki di Wonogiri bagi AKBP Uri Nartanti Istiwidayati seperti pulang kampung. Sebab, Wonogiri tak jauh berbeda dari kampung halamannya, Gunung Kidul, DIY, baik secara geografis maupun demografis. Perempuan yang akrab disapa Uri itu merupakan Kapolres Wonogiri yang baru dilantik beberapa pekan ini.


“Kalau dibanding dengan Pati memang jauh berbeda. Tapi, saya enggak kaget karena Wonogiri hampir sama dengan Gunung Kidul karakteristiknya. Dengan bertugas di sini justru membuat saya lebih mudah pulang kampung, karena jaraknya dekat. Perjalan lebih kurang satu jam,” ucap perempuan yang dilahirkan 41 tahun silam itu saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya di Mapolres Wonogiri, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kamis (20/12/2018) lalu.


Namun, setelah menelusuri lebih jauh terkait dengan kasus pidana yang terjadi, istri Kompol Christian Tonato Simamora, 49, itu mengaku sedikit terkejut. Dia tak menyangka di Wonogiri kasus yang menonjol adalah kasus asusila dengan korban anak-anak. Sebagai seorang perempuan sekaligus seorang ibu, Uri merasa sangat prihatin. Dari hasil koordinasi yang dilakukannya, kasus asusila di Wonogiri tak terlepas dari masih kentalnya budaya boro atau merantau. Banyak para orang tua yang meninggalkan anak mereka di rumah dan hanya dirawat atau diawasi sanak saudara. Alhasil, pengawasan terhadap aktivitas anak kurang optimal.

Dari kondisi itu, Uri akan membuat program untuk menekan angka kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak dan perempuan. Langkah awalnya, dia akan memperkuat sinergitas antara polisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan pihak terkait lainnya membangun komitmen bersama dalam menangani masalah. “Saya sudah berkomunikasi dengan salah satu pegiat perempuan dari Dinas Sosial, Ibu Kurnia, membahasa soal persoalan ini. Kami memandang perlu ada penguatan komunitas terkecil masyarakat [rukun tetangga atau RT dan rukun warga atau RW],” imbuh ibu dua anak itu.

Kalangan pelajar juga akan dilibatkan untuk mendukung program pencegahan kekerasan ini. Uri akan menggandeng siswa yang peduli dan berkomitmen dalam upaya pencegahan. Mereka akan diberi peran untuk menguatkan lingkungan sekitarnya di sekolah. Dengan kata lain, mereka akan menjadi contoh bagi teman-temannya dalam hal beretika dan perilaku yang baik lainnya.