Kuota Pupuk Subsidi Berkurang, Ini Kata Distributor di Sukoharjo

ilustrasi pupuk. (Solopos/Dok)
10 Januari 2019 06:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Distributor pupuk bersubsidi di Sukoharjo menjamin stok pupuk bersubsidi aman kendati ada penurunan alokasi pupuk pada tahun ini. Ketua Asosiasi Distributor Pupuk Bersubsidi (ADPB) Sukoharjo, Sugeng Purwoko, menyatakan petani diminta tak perlu resah dan khawatir lantaran penyaluran pupuk diawasi ketat.

Menurut Sugeng, stok pupuk bersubsidi aman hingga beberapa bulan mendatang. Berbagai jenis pupuk bersubsidi seperti Urea dan Phonska disimpan di gudang untuk persediaan masa tanam (MT) padi. “Tidak ada pengaruhnya terhadap stok pupuk bersubsidi kendati ada penurunan alokasi pupuk. Saya jamin stok pupuk aman pada tahun ini,” ujar dia kepada Solopos.com, Selasa (9/1/2019).

Menurut Sugeng, distributor hanya menyalurkan pupuk bersubsidi ke pengecer sesuai kebutuhan pupuk setiap kelompok tani yang tertuang dalam rencana definitif kebutuhan kelompok tani (RDKK). Masing-masing gabungan kelompok tani (gapoktan) wajib membuat RDKK berdasar luas areal persawahan setiap petani.

Penyuluh lapangan bakal mendampingi setiap kelompok tani yang menyusun RDKK. Biasanya, pengurus gapoktan bakal berkonsultasi dengan penyuluh lapangan jika ada kendala saat menyusun RDKK. “Penyaluran pupuk bersubsidi dimonitor Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Jadi harus mengacu pada kebutuhan pupuk yang tercatat dalam RDKK,” ujar dia.

Sugeng selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo ihwal penyaluran pupuk bersubsidi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada kendala di lapangan saat proses penyaluran pupuk bersubsidi ke petani.

Sementara itu, seorang petugas pemasaran daerah (PPD) Sukoharjo dari PT Petrokimia Gresik, Hary Setianegara menyatakan stok pupuk bersubsidi sekitar 10.000 ton yang disimpan di gudang di wilayah Baki. Hary memastikan para petani tetap bisa menebus pupuk bersubsidi ke pengecer pupuk di wilayahnya masing-masing.

Penurunan alokasi pupuk, lanjut Hary, merupakan kebijakan pemerintah pusat. Dia hanya memastikan kebutuhan pupuk petani tercukupi setiap masa tanam padi. “Stok pupuk masih aman untuk tiga bulan ke depan. Petani tak perlu khawatir karena kebutuhan pupuk tercatat dalam RDKK,” kata dia.