Puluhan Rumah Warga Sukoharjo Rusak Disapu Puting Beliung

Ilustrasi Angin Ribut (Solopos - Whisnupaksa)
10 Januari 2019 12:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puting beliung menerjang empat desa di tiga kecamatan, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (9/1/2019) sore. Akibatnya puluhan rumah dilaporkan rusak ringan hingga berat. Bahkan satu unit mobil rusak tertimpa pohon.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, puting beliung itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, tiba-tiba langit yang semula cerah mendadak menjadi mendung dan gelap. Tidak berapa lama kemudian turun hujan disertai angin puting beliung selama hampir lima menit.

Angin terus berputar-putar di langit empat desa di tiga kecamatan meliputi Desa Kedungwinong dan Nguter di Kecamatan Nguter, Desa Parangjoro di Kecamatan Grogol, Desa Ngrombo di Kecamatan Baki. Kejadian ini menyebabkan genting rumah warga beterbangan.

Tak hanya itu pohon juga bertumbangan. Di Desa Nguter bahkan pohon tumbang dan menimpa rumah serta mobil yang tengah diparkir di halaman rumah warga.

Begitu pula di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, puting beliung menyebabkan empat tiang listrik ambruk. Kondisi ini menyebabkan arus listrik terputus.

"Saat itu sebenarnya hanya hujan rintik-rintik. Tapi angin terus berputar-putar. Anginnya sangat kencang sekali, kebetulan saat itu saya sedang di jalan dan melihat persis kejadiannya,” kata warga Grogol, Andi Setiawan.

Dia mengaku angin kencang menyapu genting-genting rumah warga. Genting itu langsung beterbangan. Kemudian tak berselang lama hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo.

Tim BPBD yang menerima laporan langsung melakukan evakuasi dan dibantu bersama warga membersihkan sisa-sisa puing reruntuhan. Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan puting beliung menumbangkan belasan pohon dan puluhan rumah rusak ringan hingga berat.

"Begitu menerima laporan kami langsung melakukan berbagai langkah evakuasi pohon tumbang. Utamanya pohon tumbang yang menimpa rumah dan mobil milik warga," katanya.

Evakuasi dilakukan menggunakan gergaji mesin memotong setiap bagian pohon. Evakuasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat pohon tumpang dan menimpa rumah dan mobil.

Selain itu evakusi dilakukan terhadap pohon-pohon yang tumbang dan menutup akses jalan. Pohon tumbang tersebut langsung dibersihkan agar akses jalan terbuka dan bisa dilalui kendaraan.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan PLN. Saat itu juga aliran listrik langsung dipadamkan," katanya.

Dia mengatakan sesuai perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujan disertai angin kencang akan terus terjadi pada bulan ini.

Karena itu BPBD meminta warga mewaspadai ancaman bencana tersebut dengan tidak berteduh di bawah pohon dan baliho atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. "Perhatian lingkungan sekitar saat hujan dan angin kencang," pintanya.