Berkas Kasus Kasda Sragen Dilimpahkan ke PN Tipikor Februari

Pendukung mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman berdemo di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen, Rabu (2/1/2019). (Solopos - M. Khodiq Duhri)
10 Januari 2019 15:15 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen optimistis bisa melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi kasda yang menjerat mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman kepada Pengadilan Tipikor Semarang pada Februari mendatang.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen Agung Riyadi mengaku hingga kini sudah memeriksa 22 orang saksi terkait kasus yang diduga menyebabkan kerugian negara senilai Rp604,6 juta tersebut. Pada pekan ini akan ada satu saksi tambahan yang sudah bersedia memenuhi panggilan Kejari Sragen.

“Satu saksi itu masih berada di luar Jawa, tapi pekan ini sudah bersedia datang untuk diperiksa. Satu saksi lainnya sudah meninggal dunia. Jadi, total saksi sebetulnya ada 24 orang,” terang Agung Riyadi saat ditemui wartawan di kantornya, awal pekan ini.

Dengan hadirnya satu saksi tambahan pada pekan ini, Kejari Sragen menganggap keterangan dari para saksi sudah cukup. Dalam hal ini, Kejari Sragen juga sudah menginventarisasi sejumlah barang bukti berupa dokumen yang menunjukkan indikasi tindak pidana korupsi tersebut.

“Beberapa fotokopi dokumen sudah kami mintakan legalisasi. Kalau tidak ada rintangan, pada Februari nanti diharapkan sudah dilimpahkan [ke Pengadilan Tipikor Jateng] sehingga kasus ini bisa segera disidangkan,” papar Agung Riyadi.

Agung menjelaskan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) memberi deadline Kejari untuk melimpahkan kasus dugaan korupsi ini ke Pengadilan Tipikor Jateng paling lambat pada akhir Februari. Meski begitu, Agung menegaskan pelimpahan berkas dugaan korupsi tersebut dilakukan sesuai standard operating procedure (SOP), bukan berdasar campur tangan dari MAKI.

“Kalau sesuai SOP sudah saatnya dilimpahkan ya pasti dilimpahkan. Bukan berdasar deadline dari MAKI,” ucap Agung.

Sementara itu, Koordinator MAKI, Boyamin, mendesak Kejari Sragen segera memeriksa Agus Fatchur Rahman sebagai tersangka. Dia menyebut Kejari Sragen cukup lamban dalam menangani kasus ini karena penetapan Agus Fatchur Rahman sebagai tersangka sudah dilakukan pada awal Desember lalu.