Hore, UMKM Klaten Bisa Dapat Subsidi Bunga Pinjaman Bank

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berbincang dengan pembuat produk kapal layar berbahan limbah batok kelapa di salah satu stan peserta Pameran Ekonomi Kreatif di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Selasa (23/10 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
10 Januari 2019 15:10 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Pemkab Klaten berencana menggulirkan program pinjaman tanpa bunga. Program tersebut berlaku untuk pengembangan usaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan teknis bergulirnya program tersebut masih dibuat oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten. Program itu ditargetkan mulai bergulir pada APBD 2019. “Yang jelas itu sudah direncanakan. Soal teknis apakah nanti dikelola Bappeda, Disdagkop dan UKM, atau Bagian Perekonomian itu masih dibahas,” kata Mulyani saat berbincang dengan solopos.com, belum lama ini.

Program ditujukan kepada para pelaku UMKM di Klaten. Hanya, ia menjelaskan ada ketentuan soal persyaratan untuk mengajukan pinjaman ke bank yang bunganya disubsidi Pemkab tersebut. “Tentunya nanti kami menggandeng bank entah Bank Klaten atau Bank Jateng,” jelasnya.

Mulyani menjelaskan salah satu kesulitan pelaku usaha kecil dan menengah selama ini terkait permodalan untuk mengembangkan usaha. Mereka kesulitan mengembangkan usaha salah satunya lantaran keberatan dengan nilai bunga pinjaman di bank.

Jumlah pelaku UMKM di Klaten diperkirakan mencapai 54.000 orang. Jenis usaha mereka beragam seperti batik, kerajinan tangan, konfeksi, serta makanan.

Kepala Bappeda Klaten, Sunarno, mengatakan program subsidi bunga pinjaman bank bagi pelaku UMKM itu sudah dianggarkan melalui APBD Klaten 2019 senilai Rp2 miliar. Saat ini, Bappeda masih menyusun teknis pemberian subsidi hingga persyaratan dan cara mengajukan pinjaman ke bank. “Untuk sementara anggaran Rp2 miliar. Setelah program berjalan, anggaran akan disesuaikan saat perubahan APBD,” kata dia.