Pemuda Bertato Tertabrak KA di Klaten, Terseret Hingga 300 Meter

Polisi dan warga mengevakuasi jasad pemuda tertabrak kerata api di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Kamis (10/1/2019) pagi. (Istimewa - Polsek Prambanan)
10 Januari 2019 16:05 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang pria meninggal dunia setelah tertabrak kereta api (KA) di Dukuh Koplak, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Kamis (10/1/2019) pagi. Pria tersebut diduga bunuh diri karena terlihat berlari ke arah KA yang bergerak.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Warga mengaku tak mengenal pria tersebut dan baru kali pertama melihatnya berada di sekitar lokasi kejadian.

Salah satu petugas parkir salah satu toko tak jauh dari lokasi kejadian, Herman, 30, mengaku melihat seorang pria duduk sendirian di bawah pipa plastik salah satu toko yang berada di sisi selatan rel KA.

“Saya baru membantu membuka pintu toko. Saya melihatnya duduk dan berbicara sendiri serta bernyanyi. Kemudian saya masuk ke toko dan berbincang dengan karyawan toko yang katanya habis digoda sama pria itu,” kata Herman saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian, Kamis siang.

Herman kembali ke tepi jalan dan mencoba melihat keberadaan pria tersebut. Namun, ia hanya mendapati kaus berwarna putih tergeletak tak jauh dari tempat duduk pria yang sebelumnya ia lihat.

“Tahu-tahu sudah banyak orang di tepi rel KA. Ternyata orang yang tadi saya lihat tertabrak KA,” ungkapnya.

Herman menjelaskan jasad pria itu berada tak jauh dari pintu perlintasan KA di dekat Pasar Hewan Prambanan. Jaraknya diperkirakan 300 meter dari lokasi tempat pria itu duduk.

Pria itu meninggal dunia dengan kondisi jasadnya tak lagi utuh. “Yang saya tahu hanya ada tato pada punggung pria itu,” urai dia.

Kapolsek Prambanan, AKP Mujiana, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, mengatakan dari keterangan sejumlah warga pria itu terlihat berlari dari sisi selatan rel menuju KA Joglosemarkerto yang melaju dari timur ke barat atau dari Klaten menuju Jogja.

Pria tersebut tertabrak lokomotif KA dan terseret beberapa ratus meter. Polisi membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Polda DIY, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY, setelah dievakuasi dari rel KA.

Identitas pria itu diketahui bernama Romulus Wahyu Bagas, 22, warga Dukuh Pulerejo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, DIY, setelah ada sejumlah temannya yang mendatangi mapolsek berbekal ciri-ciri tato bergambar salib pada punggung pria tersebut.

“Jenazahnya langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Kapolsek mengatakan dari keterangan keluarga, pria itu sebelumnya meninggalkan rumah pukul 05.00 WIB berjalan kaki ke arah timur. Pria itu berpamitan kepada saudaranya mau pergi namun tidak menyebutkan pergi ke mana.

Soal indikasi pria itu bunuh diri, Kapolsek tidak bisa memastikan. “Saya belum bisa sampai ke situ [indikasi bunuh diri]. Yang kami ketahui seperti itu [tertabrak KA],” kata dia.