431 PJU Tenaga Surya dari Kementerian ESDM Terangi Wonogiri

Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Akhmad Syakhroza (tengah), meninjau lokasi Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Gunung Wijil, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Rabu (9/1/2019). (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
10 Januari 2019 13:15 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menerima 431 Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2018.

Secara nasional, Kementerian ESDM membangun 21.789 unit di 25 provinsi. Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Akhmad Syakhroza, mengatakan pembangunan PJU-TS di daerah merupakan upaya agar semua masyarakat harus menikmati lampu jalan yang terang.

PJU-TS itu merupakan usulan pemerintah daerah dan anggota DPR kendati jumlahnya terbatas. “Di Wonogiri ada 431 PJU-TS dipasang di sejumlah kecamatan. Jumlah itu cukup tinggi dibanding daerah lain karena secara nasional ada 21.789 PJU-TS di 25 provinsi,” kata dia saat ditemui wartawan seusai penyerahan secara simbolis dari Kementerian ESDM kepada Pemkab Wonogiri di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (9/1/2019).

Infrastruktur PJU-TS selama masa kontrak tiga tahun menjadi tanggung jawab kontraktor. Setelah itu, pengelolaan dan pemelihataan beralih ke Pemkab.

“Tak hanya PJU-TS, kami juga memberikan bantuan lampu tenaga surya untuk rumah tangga, pengolahan bio massa untuk penerangan di pasar, dan lainnya. Penggunaan energi bisa menghemat anggaran sehingga sisa anggaran bisa dialokasikan ke bidang lain,” terang Akhmad.

Seusai penyerahan secara simbolis, Irjen Akhmad beserta rombongan dan meninjau lokasi pemasangan lampu PJU-TS di Lingkungan Gunung Wijil, Kelurahan Kaliancar, Selogiri.

Marman, 53, warga Lingkungan Gunung Wijil, RT 003/RW 001, Kelurahan Kaliancar, Selogiri, mengaku senang jalan beton di lingkungan kini lebih terang. Sebelumnya, jalan yang membelah persawahan itu kerap dijadikan tempat muda-mudi berduaan di atas sepeda motor pada malam hari.

Setelah PJU-TS dipasang, tak ada lagi muda-mudi menongkrong di jalan. “Tingkat kerawanan kriminalitas maupun kecelakaan juga berkurang. Warga lebih nyaman saat bepergian malam hari,” ujar dia.

Menurut Marman, hampir semua ruas jalan di Kaliancar sudah mendapatkan PJU. Keberadaan PJU termasuk PJU-TS membuat warga ikut serta merawat agar jangan sampai rusak atau dirusak orang tak bertanggung jawab.

“Ke depan, mungkin perlu memangkas ranting atau pohon yang menutupi cahaya lampu. Akibatnya, sorot lampu tak sempurna menerangi jalan. Kondisi rimbun juga membuat jalan beton berlumut dan licin,” beber dia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, mengatakan Wonogiri masih membutuhkan banyak PJU-TS untuk menerangi seluruh jalan. Pada 2019, Dishub mengajukan bantuan kepada Kementerian ESDM PJU-TS lebih dari 500 unit.

“Proposal bantuan sudah dikirim tahun lalu. Tapi biasanya disuruh memperbarui. Kami meminta masyarakat yang mengetahui jalan gelap dan butuh penerangan melaporkannya ke Dishub agar masuk ke dalam usulan,” terang dia.

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, menilai bantuan PJU-TS ini merupakan bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan kemajuan daerah. Di Wonogiri ada 1.038 kilometer jalan dan sudah diperbaiki sebanyak 900 kilometer.