CFD 13 Januari Diliburkan, Apa Alasan Dishub Solo?

PKL tetap buka lapak di city walk Jl. Slamet Riyadi kawasan Sriwedari Solo meski CFD diliburkan pada Minggu (1/7 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Januari 2019 08:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

 Solopos.com, SOLO—Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu antisipasi kecelakaan akibat pohon tumbang. Pemangkasan dahan dan ranting pohon sepanjang 4,2 kilometer itu juga berdasarkan laporan masyarakat.

“Ada bus double decker dan bus pariwisata setinggi 4,5 meter yang enggan lewat jalan utama Solo itu. Bodi bus lecet dan badan busnya rusak, termasuk bus kami, Werkudara dan Mayapada,” kata Hari dalam jumpa pers di Kantor Dishub Solo, Kamis (10/1/2019).

Dalam pemangkasan tersebut Dishub akan menurunkan empat sky walker, delapan dump truck, dan 50 petugas untuk mengawal serta mengatur lalu lintas. Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Suranto, mengatakan DLH akan menerjunkan belasan petugas selama kegiatan. Menurutnya, ada sekitar 75 pohon di sepanjang Jl. Slamet Riyadi yang menjadi sasaran pemangkasan. Petugas yang dikerahkan sebanyak 15 orang.

Keputusan diliburkannya CFD itu juga dikoordinasikan dengan seribuan pedagang yang biasa berjualan. Dinas Perdagangan telah menghubungi sejumlah paguyuban. Kasatlantas Polresta Solo Kompol Imam Syafii akan menugaskan belasan personel guna membantu proses pangkas dahan dan ranting pohon tersebut. Para personel akan membantu mengatur arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kepadatan kendaraan.

Informasi peliburan CFD ini disampaikan dalam jumpa pers khusus, bahkan melibatkan Polresta. Sempat muncul spekulasi CFD diliburkan terkait rencana tablig akbar yang digagas Persaudaraan Alumni 212 Soloraya  di Gladag, Minggu (13/1/2019). Namun, Dishub berdalih peliburan itu terkait pemangkasan ranting.