Usai Kerusuhan, Kepolisian Soroti SOP Kunjungan ke Rutan Solo

Polisi menggunakan baracuda saat proses pemindahan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1A Solo, Kamis (10/1 - 2018), setelah kerusuhan. (Solopos/Nicolous Irawan)
11 Januari 2019 20:40 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wakapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, mengatakan polisi telah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi meluasnya bentrok antara kelompok massa dengan warga binaan Rutan Kelas IA Solo hingga ke luar kompleks Rutan. Kepolisian juga menyoroti penegakan aturan kunjungan ke rutan.

Antisipasi dilakukan dengan melakukan patroli sejak Kamis (10/1/2019) malam di sekitar Rutan Solo dan tempat-tempat yang berpotensi terjadinya gesekan massa. Polisi juga mengecek bangunan rumah yang dirusak kelompok massa.

“Sejak tadi malam kami telah lakukan patroli. Dikhawatirkan bentrok di Rutan berimbas ke luar Rutan. Selain tim yang mobile [patroli] ada juga tim yang stationer [standby]. Tapi kami tetap pantau Rutan,” ujar dia, Jumat (11/1/2019).

Hasil pantauan polisi di area Rutan Solo pada Jumat pagi menurut Andy sudah berangsur normal. Namun untuk sementara waktu, Rutan Solo tidak menerima pembesuk. Kebijakan itu diterapkan hingga situasi Rutan benar-benar normal.

“Tapi untuk Napi Narkoba tetap bisa dijenguk hari Sabtu. Sedangkan untuk napi yang lain kami sarankan agar jam besuk diliburkan dulu. Kami juga sarankan agar SOP besuk napi Rutan benar-benar ditegakkan,” imbuh dia.

Andy mengatakan sebanyak 14 napi Rutan Solo yang diduga sebagai pemicu bentrok sudah dipindahkan ke beberapa Rutan di Jateng. Terkait kerusakan Rutan, menurut dia sudah ada perbaikan pagar batas blok.

“Kami kasih masukan ke pengelola rutan, yang pertama kapasitas sudah over. Dari seharusnya hanya dihuni 285 napi, praktiknya dihuni hampir 700 napi. Selain itu batas-batas antar blok menurut saya kurang safety,” terang dia.

Pagar-pagar itu menurut Andy terbuat dari besi yang relatif gampang dirusak. Yang tidak kalah penting menurut dia agar SOP besuk warga binaan Rutan Solo benar-benar ditegakkan agar tidak terjadi kerawanan lagi.

“Pengaturan jam besuk harus benar-benar diatur lebih baik. Dalam arti mulai dari jam, siapa yang masuk, apa saja ketentuan-ketentuan yang tak dibolehkan dan yang dibolehkan, harus benar-benar ditegakkan SOP nya,” urai dia.