Polisi Khawatir Gesekan dalam Tablig Akbar PA 212 Soloraya

Massa aksi 212 memadati kawasan Monas di Jakarta, Jumat (2/12 - 2016). Aksi tersebut menuntut Ahok ditahan karena dianggap menista agama. (Bisnis/Abdullah Azzam)
11 Januari 2019 21:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Informasi tersebut diperoleh Solopos.com dari Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mewakili Kapolresta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, Jumat sore. Menurut dia, izin Tablig Akbar PA 212 Soloraya mestinya dikeluarkan Polda Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif dan juru bicara capres cawapres Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ada juga ustaz Fadlan Garamatan yang akan dihadirkan sebagai pembicara aksi. “Permohonan izin dari panitia memang sudah masuk kepada kami. Tapi kami belum bisa keluarkan rekomendasi ke Polda karena berkas-berkas tidak lengkap,” ujar Andy.

Namun, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (10/1/2019) petang, enggan berkomentar terkait rencana tablig akbar itu. “Silakan tanya langsung ke Polresta  Solo,” ujar Agus.

Berkas permohonan izin yang belum dilengkapi panitia seperti surat izin dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kantor Kesbangpol Kota Solo. Selain itu, panitia menyatakan tidak bisa menaksir jumlah massa yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Alasannya, undangan untuk mengikuti kegiatan disebar melalui media sosial (medsos). “Panitia sudah kami panggil dan ajak bicara, tapi sepertinya mereka tetap akan melangsungkan kegiatan tersebut,” tutur Andy.

Saat disinggung kapasitas Dahnil Anzar Simanjuntak yang diundang sebagai narasumber, panitia beralasan yang bersangkutan mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Andy juga menyoroti waktu dan tempat pelaksanaan tablig akbar. Pemkot Solo memutuskan pada Minggu pagi tidak ada kegiatan car free day (CFD) lantaran ada agenda pemangkasan dahan pohon. Otomatis Jl. Slamet Riyadi akan difungsikan sebagai jalan dan akan padat kendaraan.

Dengan kondisi seperti itu, polisi khawatir kegiatan warga dalam jumlah banyak akan mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan. “Sebenarnya kami sudah sarankan agar kegiatan dilakukan di tempat lain yang tidak mengganggu warga,” imbuh Andy.

Andy khawatir terjadi gesekan antara massa peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan. Unjuk rasa sebelumnya menutup jalan berpotensi memicu protes pengguna jalan.

“Contohnya saat unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu mereka mengeblok perempatan jalan sehingga massa hampir mau ngamuk. Pengguna jalan sudah tan tin tan tin [membunyikan klakson kendaraan],” sambung Andy.

Untuk mencegah terjadinya gesekan, polisi akan mengerahkan personel untuk mengamankan jalannya tablig akbar. Menurut Andy, polisi Solo akan dibantu pasukan tambahan dari Polda Jateng dan TNI.

Soal jumlah, Andy tidak hafal. “Kami pasti akan siapkan pasukan. Tapi jumlahnya saya belum cek lagi. Kami akan dibantu pasukan dari Polda dan TNI. Semoga tidak terjadi gesekan,” harap dia.