Wabup Sragen Dedy Endriyatno Cairkan Suasana dengan Pantun

Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno
11 Januari 2019 12:00 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :


Kebanyakan kegiatan seremonial pemerintahan dikemas secara formal. Hal itu memicu kesan kaku dan serius bagi setiap tamu yang diundang. Namun, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno punya cara khusus supaya kegiatan seremonial pemerintahan tidak berjalan kaku.

Sebagai orang nomor dua di Kabupaten Sragen, Dedy kerap mewakili Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk menghadiri berbagai kegiatan seremonial. Saat memberikan sambutan di acara itu, ayah empat anak itu selalu punya cara untuk mencairkan suasana. Dalam pidatonya, dia tidak sekadar menyampaikan amanat dari Bupati, tetapi juga menyelipkan sejumlah candaan yang kerap membuat hadirin tertawa. Salah satu andalannya untuk mencairkan suasana ialah pembacaan pantun. Dedy ternyata cukup mahir dalam berpantun.
"Panas matahari tinggi menyengat, pulang ke Tanah Air berharap mabrurnya haji. Mari kita bulatkan tekad dan semangat, tunjukkan prestasi bukan hanya bicara gaji." Itulah salah satu pantun yang dibawakan Dedy saat menghadiri peringatan ulang tahun RSUD dr.  Soehadi Prijonegoro Sragen belum lama ini.

“Itu spontanitas saya saja. Tanpa persiapan khusus. Saya tidak memiliki motivasi apa-apa dalam berpantun itu. Biar suasana lebih mencair saja,” ujar Dedy kepada Espos, Kamis (10/1).
Dedy mengakui sebetulnya dirinya tidak terbiasa bermain pantun di lingkungan keluarga. Namun, ia selalu punya banyak cara untuk mencairkan suasana saat berkumpul dengan istri dan ketiga anaknya. “Pantun itu hanya salah satu cara untuk mencairkan suasana. Masih banyak cara yang lain. Lebih dinamis, tergantung suasananya bagaimana,” papar Dedy.

Bermain bareng, bercanda atau sekadar makan di warung pinggir jalan bersama anak-anaknya sudah lumrah dijalani Dedy. Tidak jarang, ia juga bermain tebak-tebakan dengan sang anak. “Sederhana saja. Seperti pelajaran-pelajaran di sekolah tidak harus disampaikan secara kaku. Pelajaran tidak harus disampaikan di atas meja,” jelas Dedy.