SMKN 1 Kismantoro Wonogiri Belajar Digital Marketing ke Regar Sport

Pemilik Regar Sport Indonesia, Jumariyanto (tengah), berbagi ilmu tentang pemasaran digital kepada siswa SMKN 1 Kismantoro di kantor pemasaran Regar Sport, Wonokarto, Wonogiri, Jumat (11/1/2019) - Cahyadi Kurniawan.
11 Januari 2019 17:47 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Sebanyak 22 siswa SMKN 1 Kismantoro belajar digital marketing ke Regar Sport. Mereka adalah siswa peserta program kewirausahaan yang dikembangkan SMKN 1 Kisamantoro.

Outing class itu disambut langsung jajaran manajemen dan direksi termasuk pemilik Regar Sport, Jumariyanto. Jumariyanto membagikan pengalamannya bagaimana membangun bisnis konfeksinya dengan modal Rp0. “Menjadi reseller di Regar Sport enggak butuh modal. Apa pun latar belakangnya, semua bisa jadi reseller. Yang dibutuhkan hanya satu alat, satu ponsel, satu orang, satu genre, satu rekening online, dan satu pelayanan,” kata Jumariyanto di hadapan para siswa dan pengajar SMKN 1 Kismantoro di kantor pemasaran Regar Sport di, Wonokarto, Wonogiri, Jumat (11/1/2019).

Ia menerangkan semua keterampilan berbisnis menjadi reseller akan dipandu oleh Regar Sport melalui kelas-kelas diskusi, open class, petunjuk teknis, hingga character building. Mereka akan dibimbing oleh seorang wali kelas. “Sistemnya berjenjang mulai dari reseller, naik ke punya stok lalu membikin toko lalu membangun bisnis,” ujar dia.

Tak hanya itu, Regar Sport juga memberi reseller enam jaminan mulai dari harga, keuntungan, hingga garansi 100%. Harga produk yang ditawarkan Regar Sport sudah memperhitungkan laba reseller sehingga manajemen menjamin keuntungan reseller. Manajmen juga melindungi pasar reseller. “Kalau ada user datang ke manajemen ingin pesan kaus, manajemen akan mengarahkan ke agen atau reseller. Dengan begitu reseller tetap hidup. Kalau ada salah pola, warna, dan sebagainya karena kesalahan manajemen, pesanan bisa dibuat ulang semuanya atau kembali uang 100%. Yang paling utama adalah bisa dimulai tanpa modal,” terang Jumariyanto.

Ia berpesan menjadi reseller tidak perlu mengorbankan profesi utama. Reseller hanya perlu mengelola jadwal pelayanan. “Jika hari ini tidak bisa melakukan pelayanan, sampaikan kepada user, ‘Maaf gan, slow respons. Nanti saya jawab’. Jadi pakai teknik dan jujur.”  

Ketika hasil faktualnya mulai terasa biasanya Orang mulai mempertimbangkan menjadikan reseller sebagai pekerjaan utama. Menurut Jumariyanto, awalnya semua agennya menjadikan reseller sebagai pekerjaan sampingan. “Tapi, sekarang mereka di sini memilih agen sebagai pekerjaan utama,” imbuh dia.

Ia menilai outing class SMKN 1 Kismantoro sejalan dengan program 1.000 reseller baru Regar Sport dari total target 10.000 reseller dalam setahun. 

Kepala SMKN 1 Kismantoro, Suhari, mengatakan sekolah memiliki program mencetak wirausaha agar saat lulus siswa tak perlu bingung mencari pekerjaan. Kedatangan mereka ke Regar Sport salah satunya adalah belajar meningkatkan kemampuan berbisnis wirausaha siswa dengan melihat langsung ke lapangan dan belajar dari pemiliknya. “Kami di sini terasa seperti membaca buku tiga bulan tapi bisa selesai hanya beberapa jam,” tutur Suhari.

Ia menjelaskan peserta outing class itu merupakan hasil seleksi dari 36 siswa peserta program kewirausahaan. Mereka sebelumnya mendapatkan berbagai materi dari mulai dari motivasi berusaha, pelatihan pembuatan blog untuk bisnis online, pelatihan strategi pemasaran digital, hingga membuka rekening online.