Solopos Hari Ini: Sugar Baby, Jadi Simpanan Demi Gaya Hidup

Solopos edisi 12 Januari 2019
12 Januari 2019 09:40 WIB Septina Arifiani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Mobil hitam Mitsubishi Pajero terparkir di halaman parkir gerai McDonald’s Solo Baru, Grogol, Sukoharjo. Perempuan muda yang mengenakan celana pendek hitam dengan baju model crop tee warna putih keluar dari mobil itu bersama laki-laki paruh baya.

Laki-laki berusia sekitar 45 tahun itu memiliki kulit putih itu mengandeng Esha (bukan nama sebenarnya), mahasiswi asli Palembang, Sumatra Selatan. Esha yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Solo itu berjalan terlebih dahulu sambil memainkan ponsel sembari tangan kirinya digandeng oleh lelaki tersebut.

Fenomena sosial sugar baby menjadi headline Harian Umum Solopos edisi Sabtu (12/1/2019). Selain itu ada beberapa kabar menarik lainnya sebagai berikut:

RICUH DI PENJARA: Polisi Antisipasi di Dalam dan Luar Rutan

Polisi mengantisipasi potensi kericuhan susulan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Solo. Antisipasi dilakukan di dalam rutan dan di luar rutan.
Kondisi Rutan Solo sudah kembali normal, Jumat (11/1/2019), setelah sempat terjadi kericuhan yang melibatkan pembesuk dan narapidana di penjara itu, Kamis (10/1/2019). Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan polisi telah mengambil berbagai langkah antisipasi meluasnya kericuhan itu di dalam rutan dan di luar rutan.

PILPRES 2019: 2 Posko Beda Capres Diresmikan Selang 12 Jam

Hanya berselang sekitar 12 jam, dua posko pemenangan caprescawapres diresmikan di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. PDIP mendirikan posko pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-K.H. Ma’ruf Amin, Kamis (10/1/2019) malam. Pada Jumat (11/1/2019) pagi giliran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan posko pemenangan.

Baca selengkapnya di Epaper Solopos

Pemilik minimarket yang disegel wajib mengganti izin pendirian toko modern menjadi supermarket, department store, atau hypermarket selama moratorium minimarket hingga 2030.

Sementara omzet penjualan toko kelontong naik selama pemberlakuan moratorium minimarket pada 2016. Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, memperpanjang moratorium izin pendirian minimarket hingga 2030. Kebijakan ini diambil guna melindungi toko kelontong dan pedagang pasar tradisional di Sukoharjo.

Berita perizinan toko modern di Sukoharjo menjadi headline di Halaman Soloraya Solopos edisi Sabtu (12/1/2019). Selain kabar tersebut, berikut beberapa kabar lainnya yang tak kalah menarik:

PELAJAR BERMOTOR: Orang Tua akan Dibina Polisi

Satlantas Polres Sragen membuat inovasi baru dalam rangka mengurangi penggunaan sepeda motor oleh pelajar yang belum memiliki SIM. Aparat Satlantas Polres Sragen menggelar pembinaan sekaligus razia sepeda motor pelajar di kompleks SMPN 1 Sragen dan SMPN 4 Sragen.

Pihak sekolah memang melarang siswa membawa sepeda motor menuju sekolah. Namun, para siswa menyiasati aturan sekolah itu dengan memarkir kendaraan mereka di beberapa tempat umum seperti masjid dan stasiun.

KEGIATAN WARGA: Menikmati Senjadi Jembatan Klewor

Ketersediaan ruang publik yang minim di Kecamatan Kemusu, Boyolali membuat warganya banyak memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat menghabiskan waktu berkumpul. Salah satu tempat paling populer adalah Jembatan Klewor yang terletak di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Boyolali.

Baca selengkapnya di Epaper Solopos