Damkar Solo Butuh Tenaga Ahli Urusan Satwa untuk Keperluan Ini

Kucing hitam berhasil diselamatkan setelah terjebak sekitar delapan jam di bangunan Pasar Legi Solo yang terbakar, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Chrisna Canis Cara)
12 Januari 2019 17:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo selain memadamkan api setiap terjadi kebakaran di Kota Bengawan juga seringkali mendapat tugas tambahan. Berbagai laporan seperti pemusnahan sarang tawon, kucing yang terjebak, atau ular masuk kamar tidur menjadi urusan Damkar.

Kepala Damkar Solo, Gatot Sutanto, saat ditemui solopos.com di Balai Kota Solo, Jumat (11/1/2019), mengatakan pengetahuan petugas pemadam mengenai hewan masih sangat sedikit. Upaya penyelamatan hewan dilakukan dengan sharing antarjejaring damkar.

Pada tahun 2018 damkar telah menggelar 90 kali operasi tangkap tawon, satu kali evakuasi ular sanca berukuran besar, dan beberapa kali menyelamatkan kucing yang terjebak di sumur.

“Pengetahuan kami soal hewan masih tipis sehingga dimungkinkan kami dapat menggandeng komunitas pecinta hewan untuk membantu evakuasi hewan. Seringkali kami menerima laporan kucing yang terjebak atau ular yang masuk lingkungan. Dengan bekal seadanya kami lakukan evakuasi dengan tenaga yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan diperlukan tenaga-tenaga ahli dalam urusan satwa namun tetap ahli dalam keperluan pemadaman kebakaran. Apabila memiliki petugas ahli, maka petugas ahli tersebut dapat memberi pelatihan kepada petugas lain hingga pada masyarakat.

Menurutnya, pemadam kebakaran mengusung misi penyelamatan maka diperlukan ilmu dalam hal menyelamatkan sesuatu.

Humas Komunitas Reptile Wong Solo, Dhimas Aditya, mengatakan dalam mengevakuasi ular yang masuk ke permukiman menggunakan alat-alat tertentu dan tidak menggunakan tangan kosong. Pasalnya, beberapa ular juga termasuk dalam kategori berbahaya sehingga diperlukan alat seperti hook stick atau grab stick.

Menurutnya, kasus ular yang memasuki permukiman disebabkan oleh faktor manusia yang menjadikan lahan habitat ular menjadi pabrik hingga perumahan. Kondisi itu mendorong ular untuk mencari habitat baru.

Administrator Komunitas Pencinta Kucing Solo, Yunya Maharani, mengatakan dalam mengevakuasi kucing yang terjebak di sumur atau pada celah sempit lainnya harus melihat situasi dan kondisi kucing. Ia menambahkan terkadang kucing yang terjebak dalam keadaan stres yang akan menyulitkan proses evakuasi seperti mencakar hingga mengigit.

“Kalau terjebak di mesin atau ruang sempit jangan dibuat tindakan yang membuat kucing stres. Dihawatirkan dapat membuat kucing semakin terjebak hingga membuat evakuasi semakin sulit,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab kucing terjebak pada tempat gelap dan sempit dikarenakan kucing mencari tempat tenang dan hangat. Untuk evakuasi paling mudah dilakukan pemberian obat penenang untuk menghindari stres pada kucing.

Pendiri Rumah Difabel Meong, Ning Hening, mengatakan dalam penyelamatan kucing dapat menggunakan pakan jenis basah dengan mengunci akses pelarian kucing.

Komunitas yang menyelamatkan puluhan kucing saat kebakaran Pasar Legi Solo itu, menginginkan adanya sinergi dengan stakeholder pemerintah untuk melakukan pelatihan sehingga pecinta kucing pun tetap berdaya apabila dalam menyelamatkan kucing yang notabene memerlukan alat-alat pula.