Rumah Iwan Walet Dirusak, Tegalharjo Dijaga Polisi Solo

Suasana kawasan rumah Iwan Walet di Tegalharjo,Solo. (Solopos/Ratih Kartika)
12 Januari 2019 20:22 WIB Ratih Kartika/Rini Y Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan polisi Solo berjaga di rumah Iwan Walet di RT 003/ RW 005, Kelurahan Tegalharjo, Solo, menyusul perusakan rumah pada Sabtu (12/1/2019) pukul 13.30 WIB.

Hingga Sabtu pukul 19.00 WIB, puluhan polisi berjaga-jaga di kawasan Tegalharjo. Bahkan satu unit baracuda disiagakan di kawasan Tegalharjo. Pantauan Solopos.com, Sabtu malam, kondisi kawasan rumah Iwan sangat lengang. Warga memilih berdiam diri di dalam rumah. Pagar rumah di kawasan tersebut digembok oleh pemiliknya.

Kondisi jalanan juga sepi. Sementara lampu-lampu rumah Iwan padam. Anjing yang berada di dalam rumah Iwan menggonggong berkali-kali.

Perusakan rumah Iwan di Tegalharjo terjadi Sabtu siang setelah Iwan Walet bebas pada Sabtu subuh. Rumah Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet di RT 003/ RW 005, Kelurahan Tegalharjo, Jebres, Solo  ikut dirusak sekelompok orang berpedang  pada Sabtu (12/1/2019) siang. Perusakan rumah terjadi pada pukul 13.30 WIB.

Iwan Walet Sabtu subuh akhirnya menghirup udara segar setelah menjalani masa pidana selama  lima bulan 15 hari, atas kasus penganiayaan. Iwan merupakan penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1A Solo yang dipindahkan ke Rutan Sragen setelah kerusuhan pada Kamis (10/1/2019) pagi.  Dua kelompok yang terlibat kerusuhan, yaitu pembesuk dan sejumlah tahanan kelompok Laskar Islam dengan narapidana (napi) kriminal biasa (Blok C1) di Rutan Solo, Kamis (10/1/2019), pernah terlibat cekcok sebelumnya.

Sebelumnya rumah Iwan Walet di Gandekan Solo di RT 002/RW 001 Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, dirusak orang tak dikenal.

Tetangga Takut

Rumah Iwan Walet di Tegalharjo

Foto: Suasana Rumah Iwan Walet di Tegalharjo, Sabtu (12/1/2019) malam.

Tetangga Iwan, Warga RT 002/RW 005, Joko Suyono, mengaku tak mengetahui kejadian perusakan rumah Iwan. Dirinya yang pada saat kejadian tengah berlangsung sedang tidur siang.

Dia dibangunkan isterinya. "Kalau takut ya takut. Tapi ini masih mending nggak banyak banget massanya. Takutnya kalau nanti ada banyak massa dan warga sini juga siap. Bisa pecah,"ungkap Joko, Sabtu.

Tetangga samping rumah Iwan, Joko Susilo, mengakui tak mengetahui kejadian yang terjadi. Dirinya bersama temannya saat ditemui Solopos.com, Jumat sore tengah berkunjung ke rumah yang terletak tepat di samping rumah Iwan. "Tadi pas ke sini kok ramai. Kebetulan main ke sini udah sore," ujar Joko, Sabtu.

Dari pantauan Solopos.com, terlihat tanaman teratai rusak. Kaca jendela juga berbekas karena dipukul dengan batu bata. Genting rumah Iwan juga hancur. Beberapa polisi nampak berjaga-jaga di sekitar kampung tersebut. Pihak kepolisian berpatroli dengan mobil baracuda, kendaraan bermotor lainnya, dan berjalan kaki.

Semua gerbang masuk di satu kampung tersebut juga dikunci gembok dengan tambahan borgol. Rumah Iwan juga dipasangi kunci gembok agar aman. Terlihat juga tumpukan genting pecah yang sudah diganti kakak ipar Iwan di dekat tong sampah yang terletak di depan rumah.

Saksi mata sekaligus kakak ipar Iwan Walet, Likno, menuturkan awal mulanya ada sekitaran 50-an orang tak dikenal yang beramai-ramai masuk dari gang di depan Gereja Kepunton, Tegalharjo.

Massa yang membawa pedang samurai tersebut langsung merangsek masuk dengan menjebol paksa pintu rumah Iwan. Likno yang ketakutan langsung bersembunyi di bagian rumah paling belakang.