500 Mahasiswa IAIN Salatiga Jalani KKN di Boyolali

Mahasiswa IAIN Salatiga akan menjalani KKN di sejumlah daerah. (Istimewa/iainsalatiga.ac.id)
12 Januari 2019 03:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI-Sebanyak 500 mahasiswa program sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua kecamatan di Boyolali, meliputi Kecamatan Karanggede dan Kecamatan Wonosegoro.

Penyerahan mahasiswa ke lokasi KKN masing-masing berlangsung Kamis (10/1/2019) pagi. Total ada 20 desa di dua kecamatan tersebut yang menjadi lokasi KKN.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Salatiga, Adang Kuswaya, kepada Solopos.com menuturkan seluruh mahasiswa akan menjalani KKN di desa masing-masing selama 45 hari. KKN tersebut menerapkan pemberdayaan berbasis masjid sebagai kegiatan utama.

“Jadi mahasiswa diminta untuk menghidupkan kembali masjid, caranya bisa macam-macam, seperti mengajarkan Alquran, mengadakan pengajian, dan sebagainya,” ujar Adang. Pada periode ini IAIN Salatiga melepas sedikitnya 1.448 mahasiswa KKN di empat kabupaten di Jawa Tengah meliputi Magelang, Purworejo, Boyolali, dan Grobogan.

Sementara itu, Rektor IAIN Salatiga, Rahmat Hariyadi, dalam sambutannya mengatakan KKN merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang ditempuh mahasiswa program S-1. KKN, imbuh Rahmat, bertujuan untuk melatih mahasiswa ketika hidup di tengah masyarakat. “Sebabnya manusia itu bisa belajar dari mana saja, termasuk dari masyarakat dan tidak hanya di kelas,” ungkap Rahmat.

Rahmat berpesan agar KKN dapat dimanfaatkan seluruh mahasiswa sebagai ajang belajar dari siapa saja dan di mana saja. Bukan sekadar menuntaskan kewajiban. Oleh sebab itu, di akhir sambutannya Rahmat menyampaikan agar menjadikan setiap orang yang ditemui di masyarakat sebagai seorang guru.